Minim Topangan, Rupiah Melemah ke Rp14.515 per Dolar AS
CNN Indonesia
Senin, 10 Des 2018 08:52 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.515 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (10/12) pagi ini. Posisi ini melemah 35 poin atau 0,24 persen dari akhir Jumat (7/12) lalu yang di Rp14.480 per dolar AS.
Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya, seperti won Korea Selatan melemah 0,41 persen, peso Filipina minus 0,09 persen, ringgit Malaysia minus 0,06 persen, dan dolar Singapura minus 0,05 persen.
Sementara baht Thailand stagnan. Sedangkan dolar Hong Kong dan yen Jepang bersandar di zona hijau, dengan menguat masing-masing 0,01 persen dan 0,2 persen.
Sebaliknya, mayoritas mata uang utama negara maju justru menguat dari dolar AS. Franc Swiss menguat 0,23 persen, euro Eropa 0,15 persen, dolar Kanada 0,08 persen, dan dolar Australia 0,01 persen.
Hanya rubel Rusia dan poundsterling Inggris yang berada di zona merah, dengan melemah masing-masing 0,03 persen dan 0,01 persen. Analis CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan nilai tukar rupiah akan melemah pada awal pekan ini dengan bergerak di kisaran Rp14.527-14.545 per dolar AS.
Pasalnya, rupiah minim sentimen positif pada awal pekan. "Rupiah berpeluang kembali melemah karena tidak ada sentimen yang mendukung penguatan lanjutan," ucapnya, Senin (10/12).
Padahal sejatinya sentimen dari dalam negeri pada akhir pekan lalu cukup positif untuk rupiah. Mulai dari defisit anggaran yang lebih kecil, penerimaan perpajakan yang bakal lebih tinggi dari target, hingga cadangan devisa Indonesia yang meningkat.
Namun, ia melihat dibutuhkan sentimen positif baru yang bisa menopang kinerja kurs pada pekan ini.
(uli/agt)
Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya, seperti won Korea Selatan melemah 0,41 persen, peso Filipina minus 0,09 persen, ringgit Malaysia minus 0,06 persen, dan dolar Singapura minus 0,05 persen.
Sementara baht Thailand stagnan. Sedangkan dolar Hong Kong dan yen Jepang bersandar di zona hijau, dengan menguat masing-masing 0,01 persen dan 0,2 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pelemahan Rupiah Seret IHSG ke Zona Merah |
Hanya rubel Rusia dan poundsterling Inggris yang berada di zona merah, dengan melemah masing-masing 0,03 persen dan 0,01 persen. Analis CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan nilai tukar rupiah akan melemah pada awal pekan ini dengan bergerak di kisaran Rp14.527-14.545 per dolar AS.
Padahal sejatinya sentimen dari dalam negeri pada akhir pekan lalu cukup positif untuk rupiah. Mulai dari defisit anggaran yang lebih kecil, penerimaan perpajakan yang bakal lebih tinggi dari target, hingga cadangan devisa Indonesia yang meningkat.
Namun, ia melihat dibutuhkan sentimen positif baru yang bisa menopang kinerja kurs pada pekan ini.
Lihat juga:BI: Jangan Terlena Penguatan Rupiah |