BUMN Bangun Rusun Dekat Stasiun Harga Rp250 Juta di Tangsel

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 13:57 WIB
BUMN Bangun Rusun Dekat Stasiun Harga Rp250 Juta di Tangsel Ilustrasi proyek rusunami. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan pencanangan (ground breaking) tiga proyek hunian terintegrasi dengan sarana transportasi, Transit Oriented Development (TOD). Tiga TOD ini akan dibangun di Stasiun Rawa Buntu dan Stasiun Jurangmangu di Kota Tangerang Selatan dan Stasiun Cisauk di Kabupaten Tangerang.

Tiga TOD tersebut akan berbentuk rumah susun sederhana milik (rusunami) dan apartemen sederhana milik (anami). Adapun, TOD di stasiun Rawa Buntu dan Jurangmangu masing-masing dibangun oleh Perum Perumahan Nasional (Perumnas) dan PT Hutama Karya (Persero) melalui anak usahanya PT HK Realtindo.

Sementara itu, TOD di Stasiun Cisauk akan dibangun oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. 
Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas Galih Prahananto mengatakan ketiga TOD ini memiliki jumlah unit sebanyak 10.773 yang terdiri atas Rawa Buntu sebanyak 3.632 unit, Jurangmangu sebanyak 4.510 unit, dan Cisauk sebanyak 2.641 unit.


Proyek TOD Rawa Buntu diharapkan rampung 2020. Sementara proyek Jurangmangu dan Cisauk masing-masing diharap selesai pada 2021 dan 2023 mendatang.


"Hunian ini menyasar generasi milenial karena dilengkapi oleh berbagai macam kelengkapan seperti coffeeshop, bicycle cafe, hingga shower room sendiri. Namun, sebagian dari seluruh unit ini akan dialokasikan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memperoleh subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," jelas Galih di Stasiun Rawa Buntu, Senin (10/12).

Untuk proyek TOD Rawa Buntu, contohnya, rencananya satu unit apartemen MBR akan dibanderol mulai dari di bawah Rp250 juta dengan luas mulai dari 21,9 meter persegi. Sementara itu, proyek TOD di Jurangmangu dihargai senilai Rp256 juta untuk luas unit mulai dari 32 meter persegi.

"Dan kami yakin seluruh proyek ini bisa selesai tepat waktu karena kami sudah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Bahkan, IMB untuk proyek di Tangerang Selatan ini adalah penerbitan paling cepat yang pernah kami dapatkan," jelas dia.


Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan total investasi yang digelontorkan tiga perusahaan pelat merah ini mencapai Rp6 triliun. Rinciannya, Rp3 triliun untuk TOD Rawa Buntu, Rp2,1 triliun untuk TOD Jurangmangu, dan Rp1 triliun untuk TOD Cisauk.

Tadinya, belanja modal yang akan digelontorkan Perumnas tercatat lebih mahal karena harus membangun proyek jalan layang (elevated). Namun akhirnya biaya bisa ditekan karena jalan dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Selain itu, rencananya porsi alokasi rumah MBR di Rawa Buntu akan dinaikkan dari 25 persen menjadi 30 persen. Porsi ini akan serupa dengan proyek Jurangmangu, di mana 30 persen dari seluruh unitnya dialokasikan untuk MBR.

"Pembangunan TOD ini diharapkan bisa mengurangi kendaraan pribadi apakah itu mobil atau motor, sehingga mengurangi polusi. Yang paling utama adalah masyarakat bisa dapat hunian nyaman, memadai, dan terjangkau harganya," pungkas Rini.

(uli/agt)