Cerita Jokowi soal Kecintaan pada Pasar Tradisional

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 14:48 WIB
Cerita Jokowi soal Kecintaan pada Pasar Tradisional Presiden Joko Widodo saat mengunjungi pasar Cihaur Geulis kota Bandung, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengaku mencintai pasar tradisional sejak masih menjabat sebagai Wali Kota Solo beberapa tahun silam. Hal itu diwujudkan dengan membangun ribuan pasar tradisional di seluruh Indonesia.

"Saya ingat betul saat menjabat Wali Kota Solo ada 43 pasar. Selama delapan tahun ada 29 pasar diruntuhkan dan dibangun kembali. Kalau pas 10 tahun mungkin 43 pasar dibangun. Itu kecintaan saya terhadap pasar rakyat," kata Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) di Jakarta, Rabu (12/12),

Sementara itu, sejak Jokowi menjabat sebagai presiden pada 2014, jumlah pasar yang dibangun di seluruh Indonesia mencapai 2.660 pasar tradisional. Jumlah itu belum mencakup 6.500 pasar kecil di desa-desa.


Menurut Jokowi, pasar tradisional perlu diberikan perhatian sebab merupakan tempat berkumpulnya hasil dari petani, nelayan, serta perajin.


"Pasar rakyat memang memerlukan perhatian khusus agar ekosistem pasar betul-betul survive di tengah berkembangnya pasar modern di setiap kota," ungkap dia.

Tak hanya pembangunan dan revitalisasi pasar, Jokowi hingga kini juga mengaku rajin bolak-balik masuk pasar untuk mengecek stabilitas harga. Ia memasuki pasar tradisional hampir pada setiap kunjungan kerjanya di daerah.

Menurutnya, harga bahan makanan di pasar bisa bersaing dengan harga di pasar modern dan supermarket, seperti bayam dan kangkung di pasar tradisional sekitar Rp1.500-Rp2.000. Sementara itu di supermarket bayam dan kangkung dihargai sekitar Rp3.500.

"Secara daya saing pasar kita ini menang tapi memang jangan dibiarkan kumuh becek tidak ada tempat parkir. Ini tugas kementerian pemerintah memperbaiki, juga tugas BUMD swasta agar konsumen mau datang ke pasar," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.


Oleh sebab itu, ia mendukung revitalisasi serta digitalisasi pasar yang tengah dilakukan Asprindo. Sistem pasar berbasis online serta offline disebut harus berkesinambungan. Ia mencontohkan makanan yang kini dengan gampangnya bisa dipesan melalui aplikasi.

Pasar, dengan bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika, juga diharapkan dapat berkembang melalui sistem pembayaran non-tunai.

"Saya sampaikan pasar rakyat bisa bersaing dengan supermarket. Saya meyakini itu. Sejak awal saya menyelesaikan persoalan di pasar memang manajemen perlu diperbaiki bersama-sama," ujarnya. (chri/agi)