Jelang Natal, Menhub Imbau Maskapai Tak Patok Harga Tinggi

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 18:14 WIB
Jelang Natal, Menhub Imbau Maskapai Tak Patok Harga Tinggi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau maskapai untuk tidak mematok harga terlalu tinggi selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau maskapai penerbangan untuk tidak mematok harga terlalu tinggi selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru. Berdasarkan pemantauannya, harga tiket angkutan cukup tinggi.

"Sebetulnya, tarif batas atas tidak terjadi. Tetapi, walaupun batas atas tidak terjadi, tetap masih tinggi," ujarnya, mengutip Antara, Rabu (12/12).

Karenanya, Kemenhub akan mengundang operator dan membahas penerapan tarif batas atas pesawat dengan perusahaan maskapai penerbangan.
Sebelumnya, Budi Karya juga mengimbau maskapai agar tidak mengambil keuntungan saat musim ramai (peak season) Natal dan Tahun Baru.


"Kami berharap, agar maskapai jangan mematok tarif hingga batas atas, agar para pengguna angkutan udara, terutama mereka yang merayakan Natal didominasi oleh saudara-saudara kita di daerah Indonesia Timur," jelasnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti menyebut direktoratnya telah mengeluarkan surat edaran kepada operator penerbangan.

"Saya sudah mengeluarkan Surat Edaran yang ditujukan kepada para operator. Kepada maskapai, saya tekankan agar tidak boleh menjual tiket penerbangan melebihi aturan di PM 14 tahun 2016 itu," kata Polana.


Namun demikian, ia melanjutkan maskapai masih bisa menjual layanan tambahan secara opsional yang tidak diatur dalam PM, seperti bagasi tambahan dan asuransi tambahan.

Hal itu telah diatur dalam PM 14 tahun 2016 tentang tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Untuk melakukan pengawasan terkait tarif ini, Polana menyatakan sudah menugaskan inspektur dari Direktorat Angkutan Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara di wilayah masing-masing di seluruh Indonesia. Pengawasan juga dilakukan melalui agen tiket dan pengawasan secara online.


Ia menegaskan direktoratnya akan menindak tegas maskapai yang melanggar aturan terkait tarif. "Jadi kalau di media sosial itu beredar berita pemerintah tidak mengadakan pengawasan, sehingga harga tiket melambung tinggi, itu tidak benar. Kami setiap tahun selalu melakukan pengawasan dan tahun ini, pengawasan kami fokuskan di 36 bandar udara," imbuh Polana.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara menambahkan perseroan menjual tiket 90 persen dari tarif batas atas dalam masa angkutan Natal dan tahun Baru 2019.

"Kami confident menaikkan harga tiket sudah mendekati 90 persen dari tarif batas atas, sebelumnya rata-rata hanya 65-70 persen," tandasnya.


(Antara/bir)