Natal dan Tahun Baru, Penumpang Kereta Diprediksi Naik

CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 05:57 WIB
Natal dan Tahun Baru, Penumpang Kereta Diprediksi Naik Ilustrasi Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. (CNN Indonesia/Fachri Fachrudin).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi jumlah penumpang yang akan menggunakan kereta api selama libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 meningkat 4,49 persen.

Artinya, jumlah penumpangnya akan menjadi 5,3 juta dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 5,1 juta penumpang.

"Sekarang masa libur lebih panjang, mungkin orang banyak bepergian," ungkap Direktur Lalu Lintas Kereta Api Zulmafendi, Rabu (5/12).



Kemenhub menetapkan masa angkutan Natal dan Tahun Baru pada 20 Desember 2018 sampai 6 Januari 2019. Zulmavendi menjabarkan total penumpang kereta api pada libur natal dan tahun baru terus bertambah sejak 2016. Pada 2016 jumlah realisasi penumpang kereta api tercatat sebanyak 4,8 juta.

"Paling banyak (rata-rata) Jawa Timur dan Jawa Tengah," imbuh Zulmafendi.

Untuk mengantisipasi penambahan penumpang kereta api, pemerintah menambah jumlah perjalanan selama natal dan tahun baru sebanyak 48 perjalanan. Dengan begitu, total perjalanan untuk rute reguler, dan natal serta tahun baru sebanyak 394.


Pada tahun lalu, terdapat 335 perjalanan reguler, dan tambahan 40 perjalanan selama natal dan tahun baru. Jumlah kereta yang siap beroperasi tahun ini tercatat 1.855 kereta api, atau meningkat dari jumlah selama 2017 sebanyak 1.619 kereta api.

"Nanti tanggal 12 Desember cek jalur utara, tanggal 13-14 Desember jalur selatan, kami mulai dari Bandung," tutur Zulmafendi.

Sementara itu, pemeriksaan sarana dan prasarana jalur utara akan dimulai dari Stasiun Gambir. Pemerintah juga akan memeriksa kesiapan masing-masing daerah operasi (daop) kereta api.


"Kami juga cek alat berat termasuk cadangan lokomotif, kami siapkan di setiap daop," pungkas Zulmafendi. (aud/lav)