PUPR Sudah Lelang Proyek Senilai Rp27,55 Triliun

CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 12:09 WIB
PUPR Sudah Lelang Proyek Senilai Rp27,55 Triliun Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan sampai 11 Desember pihaknya sudah melelang 2.425 paket pekerjaan proyek bernilai Rp27,55 triliun. (CNNIndonesia/Artho Viando)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan telah mulai melelang proyek infrastruktur yang akan mereka bangun pada 2019 nanti. Data mereka, sampai dengan 11 Desember kemarin sudah ada 2.425 paket pekerjaan proyek bernilai Rp27,55 triliun yang sudah lelang.

Dengan lelang tersebut , masih ada 10.723 paket pekerjaan kontraktual proyek 2019 bernilai Rp88,58 triliun yang masih perlu diselesaikan lelangnya. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dari proyek yang sudah terlelang tersebut, 560 paket bernilai Rp17,3 triliun di antaranya sudah terkontrak. 

Ia mengatakan percepatan lelang proyek tersebut dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi pada saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2019 lalu. Percepatan dilakukan agar nantinya anggaran infrastruktur di PUPR bisa segera memberikan manfaat ke masyarakat.


"Misal untuk Program Padat Karya, seperti; irigasi, jembatan gantung, sanitasi masyarakat, itu harus cepat dan harus sudah bisa dimulai Januari- Februari," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Jumat (14/12) ini.


Kementerian PUPR pada 2019 nanti mendapatkan anggaran Rp110,73 triliun. Selain itu, Kementerian PUPR mendapatkan tambahan anggaran Rp5,1 triliun yang berada di Kementerian Keuangan.

Tambahan anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan yang dilakukan dengan menggunakan skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Anggaran tambahan tersebut Rp1,1 triliun digunakan untuk perawatan Jalan Lintas Timur Sumatera (Riau-Sumatera Selatan), Rp1,9 triliun untuk perawatan Jalan Trans Papua (Wamena-Mumugu), Rp800 miliar untuk pergantian jembatan di lintas utama Pulau Jawa dan Rp1,2 triliun lainnya digunakan untuk pembangunan di Barat Pulau Sumatera.

(agt/agt)