Petani Minta Pemerintah Beri Dana untuk Konversi Lahan Sawit

CNN Indonesia | Selasa, 18/12/2018 11:52 WIB
Petani Minta Pemerintah Beri Dana untuk Konversi Lahan Sawit Ilustrasi lahan sawit. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Serikat Petani Indonesia (SPI) meminta pemerintah untuk memberi dukungan dana guna membantu petani sawit yang ingin mengkonversi lahannya untuk tanaman non sawit. Permohonan dukungan dana disampaikan Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih terkait penurunan harga sawit yang terjadi belakangan ini.

Berdasarkan data yang dimilikinya, kini harga jual tandan buah segar (TBS) sawit masih belum menguntungkan petani. Di Riau harga TBS hanya berkisar Rp600 sampai Rp800 per kilogram. Di Asahan Sumatera Utara, harga TBS hanya berkisar  Rp600 sampai Rp900 per kilogram.

Henry mengatakan dengan harga rendah tersebut, petani terancam babak belur. Mereka bisa menderita kerugian karena harga minimal TBS harusnya berada di kisaran Rp1.200 per kilogram. 


Henry mengatakan dukungan dana diperlukan demi memberikan pilihan kepada petani agar kerugian yang mereka derita tidak semakin dalam. 


"Petani kita punya kapasitas untuk mengkonversinya, baik untuk jangka pendek atau jangka panjang. Kelapa sawit tua bisa ditebang, dalam waktu setahun bisa hasilkan jagung, pisang, ini untuk jangka pendek, dan butuh modal," katanya seperti dikutip dari Antara, Selasa (18/12). 

Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu meminta masyarakat yang selama ini berkebun sawit untuk beralih menanam komoditas lain. Permintaan ia sampaikan terkait penurunan harga kelapa sawit yang terus terjadi belakangan ini. 

Henry mengatakan sebelum Jokowi mengeluarkan seruan tersebut, sudah banyak petani anggota serikatnya yang mengkonversi lahan sawit ke tanaman pangan. Upaya konversi tersebut dilakukan di daerah Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.

Petani di kawasan tersebut memilih untuk menanam padi di atas lahan sawit mereka. Selain untuk menanam padi, petani juga mengkonversi lahan perkebunan sawit mereka untuk peternakan sapi, kerbau atau kambing. 

(Antara/lav)