Dalam pidatonya tersebut, Xi menyatakan China akan terus melanjutkan reformasi ekonominya. Ia menyatakan Beijing tidak akan menyimpang dari sistem satu partainya.
China juga tidak akan tunduk terhadap perintah dari negara lain. "Tidak ada, tidak ada satu orang atau negara pun yang bisa mendikte orang China melakukan atau tidak melakukan sesuatu," katanya seperti dikutip dari AFP, Selasa (18/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xi dalam pidatonya tersebut tidak secara tegas menyebut negara mana yang ia anggap mendikte China. Tapi yang pasti, saat peringatan 40 tahun reformasi China dilakukan, negaranya terkunci dalam pertikaian dagang dengan Amerika Serikat (AS).
Perang dagang berkecamuk karena AS yang dikomandoi Presiden Donald Trump tidak puas dengan hubungan dagang mereka jalin dengan Negeri Tirai Bambu. Trump menuduh China telah melakukan praktik kecurangan dagang dengan AS sehingga negaranya mengalami defisit neraca dagang yang cukup besar dengan China.
Saat ini, AS dan China tengah melakukan gencatan senjata selama 90 hari untuk menyelesaikan perang dagang tersebut.