Menperin Sebut RI Berpeluang Jadi Basis Produksi iPhone

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 20:21 WIB
Menperin Sebut RI Berpeluang Jadi Basis Produksi iPhone Ilustrasi iphone. (REUTERS/Edgar Su).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memastikan perusahaan perakitan ponsel iPhone sedang menjajaki kerja sama dengan mitranya di Indonesia. Jika berhasil, Indonesia berpeluang menjadi pusat produksi ponsel merek Amerika Serikat (AS) tersebut.

Menurut Airlangga, perusahaan perakitan iPhone yang berlokasi diTaiwan, Pegatron, memiliki mitra usaha di Indonesia, yakni PT Sat Nusapersada. Selama ini, kerja sama yang dijajaki adalah pembuatan set top box atau perangkat pelengkap multimedia. Namun, Pegatron berniat menambah investasi di Indonesia, tepatnya di Batam.

"Ya kami berharap ini investasinya bisa semakin dalam. Mereka (Pegatron) kelihatannya akan lebih dalam untuk investasi di Batam. Namun soal kapan produksi iPhone dimulai, ya nanti dilihat saja, karena ini kan baru menjajaki," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (12/12).


Menurut Airlangga, faktor utama yang mendasari produksi iPhone di Indonesia adalah perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Di tengah situasi ekonomi kedua negara yang memburuk, Apple inc, selaku produsen iPhone, ingin memindahkan basis produksinya ke negara lain demi menghindari pengenaan bea masuk antar negara.


Indonesia, menurut Airlangga, dipandang menjadi salah satu negara produsen yang paling potensial. "Mereka sudah memberikan hint (isyarat), pertumbuhan industri ponsel empat hingga lima tahun ke depan dialihkan ke negara lain, salah satunya di Indonesia," jelas dia.

Ia menuturkan peluang Batam menjadi pusat perakitan iPhone di Indonesia sangat terbuka lebar. Pertama, Batam sudah memiliki perusahaan yang mampu memproduksi chip seperti PT Infineon Technologies. Selain itu, terdapat pula pabrik komponen yang terdapat di wilayah itu.


Jika kerja sama menghasilkan titik temu, nantinya PT Sat Nusapersada akan merakit dua ponsel pintar, yakni Xiaomi dan iPhone. Xiaomi sudah mulai merakit ponselnya di Indonesia sebanyak 1 juta unit ponsel per bulan sejak Februari 2017.

"Tentu ada insentifnya. Jika produksinya sesuai industri prioritas making Indonesia 4.0, maka mereka bisa mendapat fasilitas pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) (tax holiday)," imbuh dia.

Direktur Operasional Sat Nusapersada Bidin Yusuf menyebut mereka hanya memproduksi set top box dan tidak memproduksi ponsel untuk pabrikan asal Taiwan itu.


Sebab, Pegatron dikenal sebagai salah satu pabrik andalan Apple untuk memproduksi iPhone.

"2019 January sudah mulai produksi set up box untuk pasar AS. Tidak ada proyek ponsel dari Pegatron," tulis Bidin saat dihubungi via pesan teks, Kamis (6/12). (glh/lav)