AS Sebut 1 Maret Jadi Penentu Kesepakatan Dagang dengan China

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 12:13 WIB
AS Sebut 1 Maret Jadi Penentu Kesepakatan Dagang dengan China Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. (REUTERS/Damir Sagolj)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China disebut harus mencapai kesepakatan pada 1 Maret mendatang. Tanpa kesepakatan, AS dipartikan mengenakan tarif baru terhadap produk China

"Sejauh yang saya tahu itu adalah tenggat waktu yang sulit. Ketika saya berbicara dengan presiden AS, dia tidak berbicara kemungkinan kesepakatan Maret," ujar Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer pada acara CBS "Face the Nation", seperti dikutip dari Reuters, Senin (10/12).

Di Argentina akhir pekan lalu, Trump dan Presiden China Xi Jinping menyetujui gencatan senjata yang menunda kenaikan tarif AS yang direncanakan pada 1 Januari hingga 25 persen dari 10 persen pada barang-barang Tiongkok senilai US$ 200 miliar saat mereka menegosiasikan kesepakatan perdagangan selama 90 hari.


Namun, penangkapan seorang eksekutif puncak di Huawei Technologies Co Ltd China telah mengguncang pasar global di tengah kekhawatiran bahwa kejadian itu bisa semakin mengobarkan perang dagang antara AS dan China. Di Beijing pada Minggu, kementerian luar negeri China memprotes penangkapan itu kepada duta besar AS.


Dalam serangkaian penampilan pada acara bincang-bincang Minggu (9/12), Lighthizer, penasihat ekonomi Larry Kudlow, dan penasihat perdagangan Peter Navarro bersikeras pembicaraan perdagangan dengan China tidak akan tergelincir oleh penangkapan, yang mereka anggap semata-mata masalah penegakan hukum.

Pasar ekuitas AS telah mempertaruhkan banyak dari hasil pembicaraan kedua negara adidaya tersebut. Saham-saham naik di awal minggu karena ada optimisme ketegangan mereda, kemudian anjlok setelah Trump menyebut siap-siap mengenakan tarif jika kesepakatan gagal.

Tapi Lighthizer, dalam komentar pertamanya sejak ditunjuk untuk memimpin negosiasi, mengatakan Amerika Serikat akan membutuhkan konsesi di sejumlah daerah dalam beberapa minggu mendatang jika tarif yang lebih tinggi akan dibatalkan.


Itu termasuk permintaan untuk peningkatan pembelian barang AS di pasar China yang lebih terbuka, serta "perubahan struktural" ke sistem yang, misalnya, memaksa perusahaan Amerika untuk menyerahkan teknologi kepada mitra Cina sebagai syarat melakukan bisnis.

"Kami membutuhkan penjualan pertanian dan kami membutuhkan penjualan manufaktur. Kami membutuhkan perubahan struktural pada masalah mendasar dari transfer teknologi non-ekonomi," kata Lighthizer.

Tuntutannya mirip dengan yang dibuat di bawah presiden Demokrat dan Republik sebelumnya, tetapi Lighthizer mengatakan ia merasa kesediaan Trump untuk melampaui "dialog" dan memberlakukan tarif akan memberikan hasil. (Reuters/agi)