Pasar Antisipasi Data AS, IHSG Diramal Makin Loyo

CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 07:13 WIB
Pasar Antisipasi Data AS, IHSG Diramal Makin Loyo Pergerakan harga saham. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan semakin merosot hari ini, Kamis (6/12). Pelaku pasar saat ini tengah mengantisipasi data global berupa neraca perdagangan Amerika Serikat (AS).

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan pelemahan indeks tak hanya karena antisipasi pelaku pasar terhadap data ekonomi negeri Paman Sam tersebut, tetapi potensi koreksi indeks juga terlihat secara teknikal.

"IHSG diprediksi melemah, level support 6.041-6.087 resistance 6.156-6.179," papar Dennies melalui risetnya.



Menurut Dennies, beberapa hari terakhir IHSG berada dalam area jenuh beli (overbought). Maklum, indeks saat ini sudah bertengger di area 6.100.

Di sisi lain, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG berbalik arah positif ditopang oleh rilia data indeks keyakinan konsumen (IKK) November 2018. Ia menyebut kepercayaan konsumen ke depan berpotensi lebih tinggi dari sebelumnya.

"(Data keyakinan konsumen) salah satu data yang menunjukkan bahwa kondisi tingkat kepercayaan konsumen masih cukup besar terhadap pertumbuhan perekonomian," papar William dalam risetnya.

Bank Indonesia mencatat IKK pada Oktober 2018 berada dalam zona optimis (di atas 100) yakni 119,2. Namun, angka itu lebih rendah dari IKK bulan sebelumnya yang sebesar 122,4.


"Hari ini IHSG berpotensi naik, rentang pergerakan 5.955-6.226," terang William.

Kemarin, IHSG terkoreksi 0,32 persen atau 19,74 poin ke level 6.133. Pelaku pasar asing yang sebelumnya tercatat beli bersih (net buy) sampai Rp1 triliun di all market, kemarin berbalik menjadi jual bersih (net sell) sebesar Rp709,16 miliar.

Kondisi ini sejalan dengan penutupan mayoritas indeks saham di bursa saham Wall Street tadi malam. Terpantau, Dow Jones melemah sampai 3,1 persen, S&P500 melemah 3,24 persen, dan Nasdaq Composite melemah 3,8 persen. (aud/agi)