Luhut Respons Tudingan Korupsi Politik di Bisnis Batu Bara

CNN Indonesia | Selasa, 18/12/2018 20:12 WIB
Luhut Respons Tudingan Korupsi Politik di Bisnis Batu Bara Luhut Pandjaitan menegaskan tak memiliki konflik kepentingan atas kebijakan batu bara dan sudah tak memiliki saham pada perusahaan tambang Toba Sejahtra. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kesal dengan tudingan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyebut dia memiliki konflik kepentingan atas kebijakan batu bara.

Tudingan tersebut termuat dalam laporan Coalruption: Elite Politik dalam Pusaran Bisnis Batu Bara yang dirilis Greenpeace, JATAM, ICW, dan AURIGA. Dalam Laporan tersebut, Luhut dituding memiliki konflik kepentingan, lantaran merupakan pemegang kebijakan di sektor ESDM, tetapi masih terlibat dalam bisnis Toba Sejahtera.

Toba Sejahtra memiliki sejumlah anak perusahaan yang terlibat dalam pertambangan batubara dan PLTU. Laporan tersebut menyebut kelompok bisnis ini memiliki politically-exposed persons (PEPs) atau keterhubungan dengan anggota keluarga Luhut, mantan menteri serta pejabat tinggi lainnya, dan pensiunan jenderal.  Perusahaan tersebut juga sempat tersangkut kasus korupsi Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. 


Namun, Luhut membantah masih memiliki saham Toba Sejahtra. Ia menegaskan telah menjual 10 persen sahamnya pada perusahaan tersebut.

"Itu kan saham saya waktu saya belum menteri, masa saya gak boleh punya saham waktu saya belum menteri. Salah? Itu kan public company," ujar Luhut di kantor Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), Selasa (18/12).

Ia pun kesal dengan pihak yang menudingnya memiliki konflik kepentingan dengan jabatannya sekarang.


"Sakit jiwa lembaga itu. Datang ke saya kalau berani. Dia buktikan. Kalau dia tidak bisa buktikan, urusan sama saya," tantangnya.

Luhut mengingatkan bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahaan publik di mana informasi kepemilikan saham sebenarnya bisa diakses oleh masyarakat.

"Kenapa bicara aneh-aneh. Saya dongkol lihat gitu-gituan itu. Itu kan public company, lihat saja ada saham saya dari mulai tahun 2005. Enggak boleh? Saya pedagang di situ. Bego itu yang ngomong. Bilang sama dia bego," pungkasnya.
(sfr/agi)