BPK Usul Saham Freeport untuk Papua Dibayar dari Dividen

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 19/12/2018 17:19 WIB
BPK Usul Saham Freeport untuk Papua Dibayar dari Dividen Ilustrasi pekerja Freeport. (Dok. Freeport Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyarankan mekanisme penyerahan saham PT Freeport Indonesia sebesar 10 persen kepada masyarakat Papua tidak dilakukan melalui setoran penyertaan modal, tetapi menggunakan cicilan dividen. 

Dalam hal ini, penguasaan saham dilakukan melalui cicilan dividen selama beberapa waktu tertentu. Hal itu dilakukan untuk menghindari penyimpangan.

"Berdasarkan pengalaman empiris dan pemeriksaan BPK terhadap BUMD yang bekerja sama dengan pihak-pihak tertentu, selama ini selalu menimbulkan masalah dan penyimpangan," ujar Anggota IV BPK Rizal Djalil dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (19/12).


Selain itu, Rizal mengungkapkan BPK juga merekomendasikan transaksi divestasi direalisasikan secepat mungkin. "Hal itu yang akan dilakukan pemerintah dalam beberapa hari ke depan. Artinya, saran BPK sudah diikuti," ujarnya.


Secara terpisah, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengungkapkan kepemilikan saham pemda Papua pada Freeport Indonesia melalui perusahaan cangkang khusus (SPV) Indo Papua Mining Mineral (IPMM) yang dibentuk sekitar dua pekan lalu. IPMM akan menguasai 25 persen saham Freeport Indonesia.

Untuk saat ini, IPMM dimiliki sepenuhnya oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Nantinya, Pemda Papua melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) akan mendapatkan 40 persen saham IPMM.

"40 persen dikalikan 25 persen kan sama dengan 10 persen," ujar Fajar.

Namun demikian, lanjut Fajar, hingga kini pembentukan BUMD masih terganjal oleh kesepakatan porsi kepemilikan saham antara pemerintah provinsi Papua dan pemerintah kabupaten Mimika.

"Kalau BUMD belum ada, untuk sementara (100 persen saham Inalum) diambil Inalum," ujarnya.


Rekomendasi BPK sejalan dengan skema mekanisme penyerahan saham kepada Pemda Papua yang dilakukan oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Pemerintah Inalum Rendi Witular mengungkapkan Inalum akan menalangi pemerintah daerah (pemda) Papua untuk membeli saham Freeport Indonesia sebesar US$900 juta atau sekitar Rp13,5 triliun (asumsi kurs Rp15 ribu per dolar AS). Pembelian saham tersebut setara dengan penguasaan 10 persen saham Freeport Indonesia.

Nantinya, pembayaran dana talangan akan dilakukan dengan cara dicicil dari pembayaran dividen.

"Kami pastikan bahwa cicilannya tidak akan membebani Pemda (pemda Papua)," ujar Rendi beberapa waktu lalu. (agi)