Bos Inalum Sebut Aksi 'Walk Out' Gubernur Papua Salah Paham

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 21:15 WIB
Bos Inalum Sebut Aksi 'Walk Out' Gubernur Papua Salah Paham Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan (kedua kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah), Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium Budi Gunadi Sadikin (kiri), Gubernur Papua Lukas Enembe (kanan) usai perjanjian pengambilan saham divestasi PT Freeport Indonesia di Aula Djuanda, Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jumat, 12 Januari 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Budi Gunadi Sadikin membantah kabar yang menyebut Gubernur Papua Lukas Enembe keluar (walk out) dalam rapat terkait pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk keperluan divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

Menurut Budi, hal itu merupakan bentuk salah paham. Lukas tidak pernah melakukan aksi walk out dalam rapat yang diselenggarakan di Papua tersebut.

"Itu yang ada sengaja ingin membenturkan kami dengan Pemerintah Daerah. Padahal tanya semua saksi ia (Lukas Enembe) tidak pernah keluar dari ruangan," kata Budi di Hotel Ritz Carlton, Senin (10/12).



Budi menyampaikan Lukas Enembe telah sepakat dengan pembentukan BUMD tersebut, termasuk masuknya PT Indocopper Investama (PTII) dalam struktur pemegang saham PT Freeport Indonesia.

Pihak Inalum, lanjut dia, telah menjelaskan struktur secara rinci kepada Lukas Enembe. Tidak hanya itu, penjelasan tersebut juga telah dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo belum lama ini.

"Beliau (Lukas Enembe) khawatir dengan pakai perusahaan yang lama, tapi itu sudah bersih dimiliki Freeport. Salah paham saja iya, saya sedang di China (saat rapat di Papua)," kata Budi.


Nantinya, PT Inalum dan BUMD Papua yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika akan memegang 100 persen saham PT Indocopper Investama (PTII) setelah divestasi selesai.

Berdasarkan komposisi, saham PTII dimiliki oleh PT Inalum memiliki 60 persen saham PTII, sedangkan BUMD Papua sebanyak 40 persen saham.

Nantinya, PTII akan memegang 25 persen saham PT Freeport Indonesia. Secara singkat bisa dikatakan bahwa kepemilikan BUMD Papua setara dengan 10 persen saham di PT Freeport Indonesia.


Struktur final saham PT Freeport Indonesia setelah divestasi adalah 26,2 persen dimiliki PT Inalum, 25 persen dimiliki PTII dan sisanya yaitu 48,8 persen dimiliki oleh Freeport McMoRan (FCX).

Saat ini, PT Inalum hanya memiliki 9,36 persen saham di PT Freeport Indonesia, sedangkan mayoritas sebesar 90,64 persen dikuasai oleh Freeport McMoran.

Setelah akusisi selesai, maka pemerintah Indonesia melalui PT Inalum dan PTII akan memegang 51,2 persen saham PT Freeport Indonesia atau menjadi pemegang saham mayoritas.


Mengutip dari halaman resmi Pemerintah Provinsi Papua pada Senin (10/12), disebutkan Pemerintah Provinsi Papua menolak BUMD bentukan Inalum yang belakangan diketahui sudah dimiliki oleh Freeport Indonesia.

BUMD itu menjadi salah satu poin yang ditolak Gubernur Papua Lukas Enembe, menanggapi beberapa keterangan yang termuat dalam proposal yang diajukan Inalum, terkait dengan divestasi 51 persen saham Freeport Indonesia.

"Perusahan PT Indocopper Investama itukan sebelumnya dimiliki Aburizal Bakri yang kemudian dibeli oleh PT Freeport Indonesia. Sehingga jika Inalum menyodorkan proposal itu, maka sudah tak sesuai kesepakatan sebelumnya," terang Gubernur Papua Lukas Enembe. (ulf/lav)