Pertamina Jamin BBM dan LPG di Lampung Aman Usai Tsunami

CNN Indonesia | Minggu, 23/12/2018 19:55 WIB
Pertamina Jamin BBM dan LPG di Lampung Aman Usai Tsunami Pertamina menyatakan fasilitas penampung BBM dan LPG mereka di Lampung dalam kondisi aman selepas bencana tsunami di Selat Sunda. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelombang tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam juga mencapai Provinsi Lampung, tepatnya di Kabupaten Lampung Selatan. Pertamina menyatakan fasilitas bahan bakar minyak dan LPG mereka di daerah itu dalam kondisi aman.

Region Manager Communication dan CSR PT Pertamina Marketing Operation Region II Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf menyatakan ada dua fasilitas Pertamina di Lampung. Yakni Terminal BBM dan Depot LPG di Panjang.

"Kondisi dan situasi di TBBM dan Depot LPG Panjang dalam keadaan aman, pasca terjadinya erupsi Krakatau dan pasang surut air laut yang menyusul," kata Rifky seperti dilansir Antara, Minggu (23/12).


Rifky menyatakan mereka akan terus melakukan pemeriksaan dan pengawasan berkala untuk memastikan kondisi seluruh fasilitas itu.

Terkait penyaluran BBM dan LPG bagi masyarakat, Rifky memastika tidak akan terganggu dan tetap berjalan seperti biasa.

Jika memang ada wilayah dan jalur yang terdampak, Pertamina akan menyiapkan dan menggunakan jalur alternatif yang ada.

"Pagi ini penyaluran BBM dan LPG dari TBBM dan Depot LPG Panjang dilakukan seperti biasanya, tidak ada penyesuaian. Karenanya kami harapkan masyarakat tidak perlu khawatir, kami akan memastikan kebutuhan energi tetap tersalurkan," kata Rifky.

Rifky menyatakan tercatat ada empat SPBU yang berlokasi di daerah yang berpotensi terdampak erupsi Krakatau dan gelombang tsunami yang terjadi. Saat ini, SPBU tersebut dalam kondisi aman dan tidak mengalami kerusakan.

Untuk memastikan kualitas, tangki juga sudah dilakukan pemeriksaan agar tidak ada BBM yang tercampur air.

Khusus LPG, seluruh agen dan pangkalan di jalur distribusi juga terus diperiksa. Laporan sementara mengatakan tidak ada agen dan pangkalan yang terdampak, sehingga penyaluran LPG diupayakan tetap beroperasi dengan normal.

Menurut keterangan Kabid Dokes Polda Lampung, Kombes dr. Andre Bandarsyah, korban dunia akibat tsunami di Lampung Selatan sampai saat ini tercatat 48 orang. Sedangkan korban luka-luka mencapai 242 orang.

Polda Lampung menerjunkan tim identifikasi ke Kecamatan Kalianda dan Rajabasa. Kawasan yang paling parah terdampak tsunami adalah di Desa Way Muli dan Desa Tunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. (Antara/ayp)