Pertamina Gandeng BUMDes Jual BBM Lewat 77 Ribu SPBU Mini

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 14:22 WIB
Pertamina Gandeng BUMDes Jual BBM Lewat 77 Ribu SPBU Mini Ilustrasi SPBU. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) berencana membangun 77.000 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini. Rencana itu akan dilakukan bersama-sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Konsep green energy mulai diterapkan, dengan menggandeng sebaran distribusi ke pelosok desa," terang Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, mengutip Antara, Rabu (12/12).

Pertamina, ia melanjutkan akan merealisasikan 77 ribu SPBU mini dalam jangka waktu lima hingga delapan tahun ke depan. Itu berarti, manajemen perseroan masih akan gencar melakukan sosialisasi dan kajian BUMDes yang tepat untuk mitra distribusi BBM ke seluruh desa.


Adapun, jenis BBM yang dijual oleh BUMDes merupakan bahan bakar yang memiliki Ron 92 ke atas atau jenis Pertamax. Hal ini dikarenakan kadar oktan dalam Pertamax series dinilai lebih ramah lingkungan ketimbang jenis Premium yang memiliki kadar oktan Ron 88.

Nantinya, SPBU mini tersebut tidak hanya sekadar menjual BBM, tetapi juga produk-produk Pertamina lainnya, seperti pelumas dan gas elpiji.

Sementara itu, PT Pos Indonesia (Persero) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui sinergi BUMN akan menyediakan pelayanan penjualan BBM dan elpiji milik Pertamina.


Bentuk sinergi antar perusahaan pelat merah tersebut, antara lain membangun gerai penjualan dan SPBU dengan memanfaatkan aset KAI dan Posindo di seluruh Indonesia.

Sinergi itu tertuang dalam nota kesepahaman yang diteken ketiga BUMN tersebut terkait pemanfaatan jaringan outlet pos untuk penjualan produk Pertamina, penggunaan armada pos untuk mengantarkan produk ke konsumen, dan memanfaatkan lahan-lahan Posindo untuk pembangunan SPBU.

Sedangkan, dengan KAI, keduanya sepakat mengoptimalisasi pengelolaan aset KAI untuk pembangunan SPBU atau unit bisnis lainnya, peningkatan pengiriman BBM dan produk lain Pertamina dengan menggunakan moda kereta api, termasuk pengembangan usaha potensial lainnya.


(Antara/bir)