Trump Salahkan Lagi The Fed, Bursa Wall Street Anjlok

CNN Indonesia | Selasa, 25/12/2018 08:31 WIB
Trump Salahkan Lagi The Fed, Bursa Wall Street Anjlok Presiden AS Donald Trump kembali menyalahkan kebijakan The Federal Reserve. (CNN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengecam The Federal Reserve (The Fed), menyebut bank sentral tersebut satu-satunya permasalahan ekonomi AS.

Bursa saham Wall Street kembali rontok pada Senin (24/12) di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi, penutupan pemerintahan (government shutdown), dan laporan bahwa Trump tengah membahas pemecatan Gubernur The Fed Jerome Powell.

Dikutip dari Reuters, saham AS turun tajam dalam beberapa pekan terakhir dengan indeks S&P mengalami penurunan sepanjang Desember, terbesar sejak krisis ekonomi AS pada 2008 silam.



Bukan meredakan pasar akibat kekhawatiran terhadap independensi The Fed, Trump dalam unggahannya di akun Twitter, justru menyalahkan para pengambil kebijakan di bank sentral.

"Satu-satunya masalah ekonomi AS adalah Fed. Mereka tidak memiliki perasaan untuk pasar. The Fed, seperti pegolf kuat yang tidak bisa mencetak gol karena dia tidak memiliki sentuhan, dia tidak bisa melakukan pukulan," ujar Trump.

Trump sudah berkali-kali mengkritik kebijakan The Fed, terutama terkait kenaikan bunga. Dalam wawancara dengan Reuters beberapa waktu lalu, ia mengaku tak senang dengan kebijakan orang yang ditunjuknya sendiri. The Fed menaikkan lagi suku bunga pada pekan lalu.

Pernyataan dari regulator keuangan dan Departemen Keuangan AS tak cukup menenangkan pasar.

Ketiga indeks utama Wall Street berakhir turun lebih dari 2 persen sehari sebelum liburan Natal. S&P 500 berakhir turun sekitar 19,8 persen dari penutupan tertinggi 20 September, sedikit di bawah ambang batas 20 persen.


Harga minyak mengikuti ekuitas turun, jatuh lebih dari 6 persen ke level terendah dalam setahun.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin menjadi tuan rumah sebuah panggilan dengan Kelompok Kerja presiden di Pasar Keuangan, sebuah badan yang dikenal dengan bahasa sehari-hari sebagai "tim Perlindungan Terjun," yang biasanya hanya bersidang pada saat volatilitas pasar berat.

Menurut dua sumber Reuters, regulator yang dipanggil mengatakan mereka tidak melihat sesuatu yang luar biasa di pasar keuangan selama aksi jual baru-baru ini dan juga membahas bagaimana mereka akan melanjutkan operasi kritis selama penutupan sebagian pemerintah (government shutdown).

Sementara Departemen Keuangan AS menyebut, Mnuchin telah melakukan panggilan ke para bankir top AS pada hari Minggu guna mendapat jaminan bahwa bank masih dapat menyalurkan pinjaman.


Sarah Binder, seorang profesor ilmu politik di George Washington University, mengatakan "ambigu secara hukum" apakah Trump dapat memecat Powell dari jabatannya.

"Undang-Undang Federal Reserve jelas bahwa Powell hanya dapat dihapus dari dewan gubernur Fed "untuk alasan", yang secara umum dipahami sebagai penyimpangan, dan bukannya ketidaksepakatan mengenai suku bunga," kata Binder.

Masalah di Washington telah meningkat dalam beberapa hari terakhir dengan penutupan pemerintah (government shutdown) yang dimulai pada hari Sabtu setelah kebuntuan di Kongres atas dana untuk tembok di perbatasan dengan Meksiko. Pengunduran diri Menteri Pertahanan Jim Mattis pada hari Kamis setelah keputusan mengejutkan Trump untuk menarik pasukan AS keluar dari Suriah juga membuat investor resah.

Kendati demikian, pernyataan Mnuchin terhadap kekhawatiran pasar dipandang sebagai reaksi berlebihan di kalangan Wall Street.

"Tampaknya tak terduga, tiba-tiba dan tidak perlu," kata Michael Purves, kepala ahli strategi global di Weeden & Co di Greenwich, Connecticut. (Reuters/agi)