Trump dan Xi Jinping Yakin Pertemuannya Redakan Perang Dagang

CNN Indonesia | Sabtu, 03/11/2018 02:05 WIB
Trump dan Xi Jinping Yakin Pertemuannya Redakan Perang Dagang Ilustrasi. (REUTERS/Damir Sagolj)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yakin pertemuan yang mereka lakukan akhir November mendatang di Argentina akan membuahkan hasil manis bagi penyelesaian sengketa perdagangan negara mereka.

Keyakinan disampaikan setelah dua pemimpin tersebut berdiskusi melalui sambungan telpon. Trump usai percakapan tersebut menyatakan dalam akun Twitter miliknya pembicaraan dagang yang dilakukannya dengan Xi berjalan cukup baik.

Karena itulah ia melanjutkan rencananya untuk bertemu dengan Xi, akhir November ini. Seorang yang cukup tahu tentang pembicaraan tersebut bahkan mengatakan setelah telpon, Trump meminta pejabatnya untuk mulai merumuskan masalah potensial yang bisa dibahas dalam pertemuan antara dirinya dengan Xi.



Sayang, orang tersebut tidak merinci apakah dalam permintaan tersebut Trump memerintahkan pejabatnya untuk mengurangi permintaan yang ditolak oleh Beijing. Sementara itu Xi dalam pernyataan yang ia berikan pada media Pemerintah China berharap pertemuannya dengan Trump nantinya bisa membuat hubungan antara AS dengan China ke depan lebih sehat dan tenang.

"Tim perdagangan dua negara memang harus memperkuat kontak dan melakukan konsultasi atas isu yang dipermasalahkan. Mereka juga perlu mendorong rencana yang kedua belah pihak bisa terima untuk mencapai konsensus atas isu perdagangan dua negara," katanya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/11).


Trump sejak beberapa bulan lalu melancarkan serangan dagang terhadap China. Ia telah memberlakukan tarif pada barang impor Cina bernilai US$ 250 miliar. Tarif tersebut banyak dikenakan pada barang modal, setengah dan setengah jadi.

Gayung bersambut, China membalas serangan tersebut dengan memberlakukan tarif atas impor AS bernilai 110 miliar dolar AS. Trump sudah sejak lama mengancam akan terus mengenakan tarif atas semua sisa barang impor Cina ke Amerika Serikat, jika Beijing tidak memenuhi tuntutan AS memperbaiki kebijakan dagangnya terhadap Negeri Paman Sam tersebut.

Sampai saat ini, total nilai sisa impor China ke AS yang sampai saat ini belum terkena tarif di AS mencapai US$257 miliar. Barang yang belum terkena tersebut antara lain; produk konsumen, telpon seluler, komputer, pakaian jadi dan sepatu.



(Reuters/agt)