Window dressing adalah strategi yang biasa dilakukan perusahaan manajer investasi setiap akhir tahun untuk mempercantik portofolionya.
Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan IHSG akan bertahan di zona hijau sepanjang hari ini. Apalagi, secara teknikal indeks terlihat dalam tren penguatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IHSG diprediksi menguat, support 6.091-6.127 resistance 6.182-6.201," papar Dennies melalui risetnya, Rabu (26/12).
Sementara, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai IHSG berpotensi terkoreksi pasca libur panjang. Menurutnya, jumlah transaksi berpotensi tak setinggi sebelumnya pada pekan terakhir perdagangan saham tahun ini.
Dari sisi fundamental, sambung William, IHSG akan ditopang oleh kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai masih cukup positif. Hal tersebut bakal menarik bagi pelaku pasar, baik asing dan domestik untuk menanamkan dananya di pasar saham Indonesia.
"Pergerakan hari ini dalam rentang 6.002-6.355," terang dia.
Sebagai informasi, IHSG pada akhir pekan lalu menguat tipis 0,25 persen atau 15,72 poin ke level 6.163. Pelaku pasar asing mencatatkan jual bersih (net sell) di pasar reguler mencapai Rp739,96 miliar.
Sementara, bursa saham Wall Street jatuh pada perdagangan Senin (24/12). Tiga indeks utamanya terkoreksi lebih dari dua persen. Secara rinci, Dow Jones melemah 2,91 persen, S&P500 melemah 2,71 persen, dan Nasdaq Composite melemah 2,21 persen. (aud/bir)