Integrasi Pembayaran Transportasi Jakarta Berlaku April 2019

CNN Indonesia | Senin, 31/12/2018 15:44 WIB
Integrasi Pembayaran Transportasi Jakarta Berlaku April 2019 Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan  integrasi seluruh sistem pembayaran elektronik bidang transportasi di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) mulai berlaku April 2019 mendatang.

Diketahui dalam integrasi tersebut hampir seluruh moda transportasi bakal masuk ke dalamnya, seperti; Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, Transjakarta, dan Transjabodetabek. Ia mengatakan Bank Indonesia (BI) yang akan menentukan spesifikasi dari kartu dan mesin pembayarannya.

"Kemarin kan baru close loop ya, KCI hanya untuk KCI sendiri, terus juga Damri, Trans Jakarta juga demikian, nanti akan bisa dibaca oleh semua. Oleh karena itu, Pak Menhub sudah bersurat ke Bank Indonesia ada spesifikasi yang harus dipenuhi untuk semua operator," ujarnya di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Senin (31/12).


"Dengan dipenuhinya spesifikasi itu, nanti BI akan me-launching pada April bahwa semua kartu open loop. Jadi semua bisa dibaca," ujar dia.

Diketahui, seluruh sistem pembayaran elektronik dan uang elektronik (e-money) menggunakan teknologi Java Chip. Sementara itu, Kontrak PT MRT Jakarta dengan Jepang mewajibkan penerbitan e-Money untuk membayar layanan MRT menggunakan teknologi Sony Felica Card.


Menurut Bambang, perbedaan sistem MRT dengan teknologi e-money yang digunakan saat ini bukanlah masalah. Alat pembaca kartu, ujar Bambang, dapat membaca e-money yang menggunakan teknologi Java Chip dan Sony Felica Card. "Bisa dong, yang penting kan card reader-nya. Card reader-nya bisa membaca semua sistem yang diintegrasikan, namanya integrasi sistem pembayaran," ujar dia.

Tarif MRT Masih Dalam Pembahasan

Meskipun akan diintergrasikan, penentuan tarif sejumlah moda masih belum dilakukan Bambang mengatakan sampai saat ini tarif MRT Jakarta masih belum ditentukan. Saat ini tarif masih dibahas oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.

"Belum, belum, mereka lagi bahas di Pemprov DKI," ujarnya.

Bambang enggan untuk memberikan bocoran terkait besaran tarif dari MRT Jakarta tersebut. "Saya belum bisa sampaikan, nanti ke Pemprov DKI, karena terkait subsidi ya," ujarnya.

(sah/agt)