Qatar Airways Berambisi Comot Pangsa Pasar Penerbangan China

CNN Indonesia | Kamis, 03/01/2019 14:27 WIB
Qatar Airways Berambisi Comot Pangsa Pasar Penerbangan China Pesawat Qatar Airways. (REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Maskapai penerbangan milik negara Qatar Airways mengakuisisi 5 persen saham China Southern Airlines, maskapai terbesar di Negeri Tirai Bambu. Hal itu dilakukan untuk mencomot pangsa pasar bisnis penerbangan utama di dunia.

Sebelumnya, rival bisnis asal Amerika Serikat (AS), American Airlines dan Delta, masing-masing sudah memiliki saham di China Southern dan China Eastern.

Seperti dikutip dari CNN.com, CEO Qatar Airways Akbar Al Baker mengatakan pihaknya melakukan akuisisi dengan membeli saham di pasar modal Hong Kong dan Shanghai. Menurut dia, ini adalah investasi besar pertama bagi Qatar Airways di China daratan. Investasi itu disebut-sebut menawarkan potensi besar.



"China Southern Airlines adalah salah satu maskapai paling bergengsi di pasar domestik China dan pemain pasar penting di dunia," kata Al Baker dalam sebuah pernyataan seperti dikutip CNN.com, Rabu (3/1).

Qatar Airways telah berinvestasi di sejumlah maskapai internasional dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa di antaranya, sebanyak 20 persen saham International Airlines Group, perusahaan induk dari British Airways, serta 10 persen saham milik maskapai Hong Kong Cathay Pacific dan LATAM Airlines Group. Selain itu, Qatar Airways juga memiliki 49 persen saham Air Italy.

Investasi menjadi semakin penting setelah Qatar Airways dilarang beroperasi di beberapa wilayah tujuan di Timur Tengah. Hal itu disebabkan putusnya hubungan dengan tetangga, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sejak 2017.


Qatar Airlines beroperasi di 1.000 bandara pada lebih dari 150 negara, dengan 14.250 keberangkatan setiap hari. China Southern tidak menanggapi permintaan komentar pada hari Rabu.

Sektor penerbangan udara berkembang pesat di China. Asosiasi Transportasi Udara Internasional berharap bisnis Negeri Panda dapat melampaui AS sebagai pasar penerbangan terbesar di dunia pada 2023.

Lonjakan bisnis penerbangan udara sebagian besar didorong oleh kalangan kelas menengah yang menghabiskan miliaran yuan untuk liburan, baik di wilayah domestik maupun internasional.


Boeing (BA) berharap maskapai China membeli 7.690 pesawat baru selama 20 tahun ke depan, dengan nilai akumulasi mencapai US$1,2 triliun. Boeing memperkirakan bahwa 75 persen dari pesawat baru akan menjadi pesawat kabin tunggal. (CNN.com/lav)