Jokowi Akui Pasokan Beras Medium Masih Kurang di Pasar

CNN Indonesia | Jumat, 04/01/2019 12:06 WIB
Jokowi Akui Pasokan Beras Medium Masih Kurang di Pasar Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengakui pasokan beras untuk jenis medium di pasar kurang. Meskipun demikian, ia yakin harga beras bisa tetap dikendalikan sehingga tidak akan mengalami kenaikan.

Keyakinan tersebut ia nyatakan saat berkunjung ke Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (4/1) setelah melihat perkembangan harga beras medium yang hanya bergerak di kisaran Rp8.500 per kilogram. "Memang di pasaran yang kurang itu beras medium. Tapi kalau melihat stoknya, tidak ada masalah untuk beras," katanya seperti dikutip dari Antara, Jumat (4/1).

Jokowi mengatakan agar harga beras tetap terkendali, ia telah memerintahkan Bulog untuk melakukan stabilisasi dengan menggelar operasi pasar. Operasi pasar tersebut saat ini telah memberikan hasil.


Hasil tersebut tercermin dari pergerakan harga beras pada sepanjang Desember dan Januari ini. "Kami lihat biasanya setiap Desember dan Januari naiknya pasti tinggi. Tadi saya lihat stabil, beras medium juga tercukupi," katanya.


Sementara itu walaupun Jokowi mengklaim beras medium terkendali di kisaran Rp8.500 per kilogram, harga beras jenis tersebut di sejumlah wilayah di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Pangan Strategis Nasional (PIHPS), untuk Jakarta, harga beras kualitas medium II masih dibanderol di level Rp12.100 per kilogram.

Di Jawa Tengah harga beras medium Rp10.500, Jawa Timur Rp10.350, Jawa Barat Rp11 ribu per kilogram. Di Sumatera Barat harga beras medium Rp14.150, Kalimantan Tengah Rp13.400, Maluku Utara Rp13.250 per kilogram.

Harga beras medium yang berada di bawah Rp10 ribu hanya terdapat di Nusa Tenggara Barat. Di daerah tersebut, harga beras medium hanya Rp9.250 per kilogram. 

(Antara/agt)