Harga Beras Medium Naik Hampir Rp200 per kg di Desember 2018

CNN Indonesia | Rabu, 02/01/2019 16:12 WIB
Harga Beras Medium Naik Hampir Rp200 per kg di Desember 2018 Ilustrasi beras. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga beras kualitas medium pada Desember 2018 naik sekitar Rp194 per kilogram (kg) atau 2,03 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi Rp9.798 per kg. Kenaikan harga juga terjadi pada beras kualitas premium dan rendah, masing-masing 0,48 persen dan 0,07 persen menjadi Rp9.818 per kg dan Rp9.432 per kg.

Secara rata-rata, harga seluruh jenis beras ditingkat grosir pada Desember 2018 naik sebesar 0,77 persen. Sementara di tingkat eceran, rata-rata harga beras naik sebesar 0,8 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kenaikan terjadi karena ada kenaikan harga di tingkat petani dan penggilingan. Tercatat, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani naik 2,35 persen menjadi Rp5.237 per kg. Sementara harga Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat penggilingan naik 1,19 persen menjadi Rp5.330 per kg.


"Pergerakan fluktuasi meningkat karena belum panen, biasanya nanti saat panen mulai turun kalau tidak ada pergeseran waktu panen," ujarnya di Kantor BPS, Rabu (2/1).


Secara rinci, harga gabah kering di tingkat petani tertinggi mencapai Rp7.333 per kg di Sumatera Barat dan terendah Rp3.800 per kg di Jambi. Sedangkan harga gabah di tingkat penggilingan, tertinggi mencapai Rp6.640 per kg di Jambi dan terendah Rp3.800 per kg di Jawa Barat.

Kendati demikian, ia meyebut kenaikan harga beras tersebut masih cukup wajar mengingat memang permintaan biasanya meningkat di akhir tahun.

"Kalau dilihat, kenaikan harga di tingkat grosir hingga eceran masih relatif kecil. Tapi memang ke depan perlu kebijakan yang lebih bisa menjaga harga agar stabil," katanya.


Sementara andil konsumsi beras pada inflasi sepanjang 2018 mencapai 0,13 persen. Sedangkan inflasi sepanjang tahun lalu mencapai 3,13 persen. Beras merupakan komoditas penyumbang inflasi tertinggi kedua setelah bensin.

Setelah beras, andil inflasi tertinggi diberikan oleh rokok kretek filter, daging ayam ras, ikan segar, tarif angkutan udara, tarif sewa rumah, bawang merah, nasi dengan lauk, dan rokok kretek.

"Tahun ini, andil beras pada inflasi meningkat bila dibandingkan dengan tahun lalu, di mana beras berada di posisi kelima yang menyumbang inflasi," pungkasnya. (uli/agi)