PNBP Sektor ESDM Lampaui Target, Tembus Rp217,5 Triliun

CNN Indonesia | Jumat, 04/01/2019 20:10 WIB
PNBP Sektor ESDM Lampaui Target, Tembus Rp217,5 Triliun Kementerian ESDM melansir Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM mencapai Rp217,5 triliun atau 181 persen dari target APBN 2018 yang sebesar Rp120,5 triliun. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun lalu melampaui target APBN 2018. Berdasarkan data Kementerian ESDM, raupan PNBP sektor ESDM tercatat mencapai Rp217,5 triliun atau 181 persen dari target, yakni Rp120,5 triliun.

Tercapainya target PNBP ini disinyalir karena membaiknya harga komoditas. "Tahun 2018, 53,4 persen PNBP nasional berasal dari sektor ESDM," imbuh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (4/1).

Secara tahunan, sambung dia, raupan PNBP ini juga tumbuh 64,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp132 triliun.


Jika dirinci, raupan PNBP terbesar berasal dari sektor minyak dan gas (migas) sebesar Rp163,4 triliun atau hampir dua kali lipat dari target Rp86,5 triliun.

PNBP sektor migas mencakup PNBP SDA Migas, kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri (DMO), dan pendapatan migas lainnya.

Kemudian, PNBP dari sektor mineral dan batu bara mengekor sebesar Rp50 triliun atau 155,76 persen di atas target. Diikuti PNBP sektor Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rp2,3 triliun atau lebih dari tiga kali lipat target yang dibidik, Rp700 miliar.


Terakhir, PNBP lain-lain mencapai Rp1,8 triliun atau 1,5 kali dari target Rp1,2 triliun. PNBP lain-lain mencakup iuran badan usaha hilir migas, penjualan data, jasa sewa, diklat, penerimaan Badan Layanan Umum (BLU) dan lainnya.

Melesatnya raupan PNBP migas, lanjut Jonan, bisa mengkompensasi membengkaknya subsidi energi sepanjang tahun lalu. Tercatat, sepanjang tahun lalu, pemerintah telah menyalurkan subsidi energi sebesar Rp153,5 triliun atau 57,27 persen di atas alokasi APBN 2018 yang dipatok Rp97,6 triliun.

Subsidi energi itu terdiri dari subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG yang bengkak dari Rp47 triliun menjadi Rp97 triliun, serta subsidi ketenagalistrikan yang mencapai Rp56,5 triliun atau melampaui alokasi Rp50,6 triliun.


(sfr/bir)