Jonan Tegaskan Belum Ada Rencana Kerek Harga BBM

CNN Indonesia | Sabtu, 05/01/2019 13:57 WIB
Jonan Tegaskan Belum Ada Rencana Kerek Harga BBM Ilustrasi SPBU. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDMIgnasius Jonan menegaskan pemerintah hingga kini belum punya rencana untuk harga bensin beroktan (RON) 88 atau Premium dan minyak Solar.

"Harga BBM itu untuk Premium atau bensin RON 88 dan gasoil cetane number 48 (Solar) itu tidak ada pertimbangan untuk kenaikan harga," ujar Jonan dalam konferensi pers di kantornya, Senin (1/4).

Artinya, Premium tetap dibanderol seharga Rp6.450 per liter untuk wilayah luar Jawa-Madura-Bali (Jamali) dan Rp6.550 per liter di wilayah Jamali. Sementara itu, harga Solar tetap dipasarkan Rp5.150 per liter.



Harga Solar sebagai Jenis BBM Tertentu yang ditahan mengakibatkan subsidi bengkak. Pada APBN 2019, subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji mencapai Rp100,7 triliun atau naik dari realisasi tahun lalu yang mencapai Rp97 triliun.

Sebagai catatan, realisasi subsidi BBM dan LPG tahun lalu bengkak dari alokasinya yang hanya Rp47 triliun akibat pemerintah menambah alokasi subsidi solar dari Rp500 menjadi Rp2 ribu per liter.

Sementara itu, subsidi harga Premium ditanggung oleh PT Pertamina (Persero) sebagai bagian dari tugas sebagai perusahaan pelat merah.


Selain menahan harga BBM Premium dan Solar, Jonan juga memastikan tarif listrik tidak naik hingga akhir tahun.

"Pemerintah tetap komitmen, untuk tarif listrik kan dievaluasi 3 bulan. Komitmennya sampai akhir tahun, komitmen tidak ada perubahan tarif listrik," ujarnya.

Adapun, besaran tarif tenaga listrik periode Januari-Maret 2019 telah ditetapkan sama besarnya dengan besaran tarif tenaga listrik sebelumnya, yaitu periode Oktober-Desember 2018. Besaran tarif ini juga sama dengan tarif yang berlaku sejak tahun 2017. Penetapan ini tertuang dalam surat ke PT PLN (Persero) tanggal 31 Desember 2018.

(sfr/lav)