Harga Biodiesel Awal Tahun Terseret Anjloknya Harga CPO

CNN Indonesia | Senin, 07/01/2019 14:24 WIB
Harga Biodiesel Awal Tahun Terseret Anjloknya Harga CPO Ilustrasi biodiesel. (Beawiharta).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) pada Januari 2019 sebesar Rp6.371 per liter atau merosot Rp218 per liter dibanding Desember 2018.

Harga tersebut ditambah besaran ongkos angkut sesuai dengan ketentuan Keputusan Menteri ESDM No.350/K/12/MEM/2018.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerjasama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan berdasarkan data Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, HIP biodiesel terus merosot sejak Oktober 2018 dari level Rp7.341 per liter.


"Bila dibandingkan year on year (perhitungan tahunan), pergerakan harga biodiesel ini mirip pada periode tahun sebelumnya. HIP biodiesel melemah sejak Oktober 2017, dari Rp 8.518 per liter menjadi Rp8.000 per liter pada Januari 2018," ujar Agung dalam keterangan resmi, dikutip Senin (7/1).

Penurunan harga dipicu oleh harga rata-rata minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) periode 15 November 2018-14 Desember 2018. Adapun, harga CPO juga mengalami penurunan menjadi Rp 5.872 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp6.086 per kg.

Besaran HIP BBN digunakan dalam rangka pelaksanaan mandatori campuran Biodiesel sebanyak 20 peren (B20) dan berlaku untuk pencampuran minyak Solar baik jenis BBM Tertentu dan Umum.

Sepanjang 2018, produksi biodiesel sebanyak 6,01 juta kiloliter (kl) dari yang ditargetkan sebesar 5,70 juta kl. Capaian ini berdampak pada menurunnya impor BBM dan menghemat devisa negara sekitar US$2,01 miliar atau setara dengan Rp28,42 triliun.

Produksi biodiesel juga meningkat dari tahun lalu yang hanya sebesar 3,41 juta kl. Kenaikan tersebut terjadi karena perluasan mandatori B20 sejak 1 September 2018 lalu.


Selain menetapkan harga biodiesel, harga bioetanol pada awal tahun ini juga merosot. Kementerian ESDM menetapkan HIP bioetanol sebesar Rp 10.274 per liter. Terhitung sejak November 2018, HIP bioetanol menurun dalam kurun waktu tiga bulan terakhir dari Rp10.457 pada November dan Rp10.362 pada Desember.

Dipaparkan Agung, HIP Bioetanol ditentukan oleh rata-rata tetes tebu KPB selama 15 Juli sampai 14 Desember 2018 sebesar Rp1.611 per kg ditambah besaran dolar Amerika Serikat sebesar US$0,25 per liter. Besaran rata-rata tetes tebu KPB tercatat sama untuk perhitungan bulan sebelumnya.

Sebagai informasi, HIP BBN ditetapkan setiap bulan dan dilakukan evaluasi paling sedikit enam bulan sekali oleh Direktur Jenderal EBTKE.


(sfr/lav)