Program Terbang Sepuasnya Sriwijaya Travel Pass Menuai Protes

CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 07:55 WIB
Program Terbang Sepuasnya Sriwijaya Travel Pass Menuai Protes Program terbang sepuasnya, SJ Travel Pass menuai protes. Penumpang terdaftar SJ Travel Pass mengaku sulit menggunakan layanan Sriwijaya Air tersebut. (CNN Indonesia/Agust Supriadi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Tawaran terbang sepuasnya yang digadang Sriwijaya Air lewat program Sriwijaya Travel Pass (SJ Travel Pass) menuai protes. Sejumlah penumpang yang menjadi anggota STP mengaku kecewa lantaran kerap kehabisan tiket terbang dari Sriwijaya Air dan anak usahanya, NAM Air, beberapa bulan setelah membayar keanggotan.

SJ Travel Pass merupakan penawaran keanggotaan bagi masyarakat untuk terbang menggunakan Sriwijaya Air selama satu tahun penuh dengan hanya membayar Rp12 juta. Bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi, tawaran tersebut tentunya cukup menarik.

Sayangnya, tawaran manis cuma berlaku enam bulan pertama. Ali Akmal (34 tahun), anggota SJ Travel Pass misalnya, mengaku selalu kehabisan tiket Oktober 2018. Padahal, saat mendaftar pertama kali pada Mei 2018, ia masih bisa menikmati layanan terbang sepuasnya dari maskapai nasional tersebut.


"Kalau pesan lewat aplikasi Sriwijaya Air sebagai anggota SJ Travel Pass, tiket selalu sudah habis terjual. Tapi, kalau coba pesan bukan sebagai anggota, banyak seat (kursi) kosong dengan pilihan rute dan jadwal yang beragam. Hampir semua destinasi sudah sold out untuk member (anggota)," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/1).

Pengalaman serupa juga dialami Anggota SJ Travel Pass lain, Yulia Argentin (40 tahun). Ia bergabung dengan SJ Travel Pass pada 8 Juni 2018. Ketika ia dan anggota lain akan melakukan perjalanan, hanya lima orang yang terangkut menjadi penumpang, sedang sisanya tak mendapatkan tiket.


"Ketika orang keenam pesan tiket, sudah tidak bisa karena sudah sold out. Saya sendiri ikut grup anggota SJ Travel Pass di Whats App dan Telegram, ternyata banyak kejadian seperti yang saya alami," imbuh dia.


Novita Angelina (29 tahun), anggota SJ Travel Pass lainnya juga mengaku kerap kesulitan mendapatkan tempat duduk dalam setiap penerbangan Sriwijaya Air. "Tapi, kalau saya cek rute yang sama dengan aplikasi lain, seperti Traveloka atau Tiket.com masih ada kursi," jelasnya.

Sementara, apabila saat ia terbang menggunakan program terbang sepuasnya, tak jarang ia mendapati kursi kosong. "Saat masuk ke pesawat, banyak kursi yang tidak terisi. Padahal, banyak anggota yang membutuhkan kursi tersebut," katanya.

Tak cuma itu, manajemen Sriwijaya Air juga disebut kerap melakukan penjadwalan ulang jam terbang bagi anggota SJ Travel Pass. Bahkan, untuk beberapa kasus, ada jadwal yang dibatalkan.


"Hal nyata yang terjadi, saat di bandar udara, saya melihat ada pemindahan jadwal terbang anggota, sedangkan nonmember tetap dapat pergi pada jam yang tertera di tiket," tutur Novita.

Tiga anggota SJ Travel Pass tersebut di atas mengaku telah mengadukan permasalahan tersebut ke layanan pelanggan Sriwijaya Air. Namun, hingga saat ini, belum ada langkah konkret dari manajemen untuk menindaklanjuti keluhan para anggota.

"Jawaban layanan pelanggan template, 'kami akan teruskan ke manajemen dan akan kami jadikan bahan evaluasi.' Selalu seperti itu," tandasnya.
CNNIndonesia.com sudah berusaha menghubungi manajemen Sriwijaya Air, namun manajemen belum juga merespons hingga berita ini diturunkan. Di antaranya, Wakil Komisaris Utama Sriwijaya Air Chandra Lie, Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Agus Soedjono dan Retri Maya.


Kemudian, CNNIndonesia.com mencoba menghubungi layanan pelanggan Sriwijaya Air. Melalui sambungan telpon, petugas layanan pelanggan Ical mengaku keluhan anggota SJ Travel Pass terkait alokasi kursi penerbangan sebagaimana disampaikan melalui email diberlakukan mulai 22 Oktober 2018.

"Jadi, ketika melakukan pengambilan kursi dan responsnya habis, dengan kondisi penerbangan jam dan tanggal yang dimaksud, berarti untuk anggota alokasinya sudah terisi," tutur Ical.

Pun demikian, ia mengungkapkan keluhan anggota telah diteruskan ke tim terkait. Tetapi, memang hingga kini belum ada konfirmasi lebih lanjut dari tim SJ Travel Pass. (ulf/bir)