Jokowi Bagikan 3.023 Sertifikat Tanah Gratis ke Warga Jakbar

CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 17:23 WIB
Jokowi Bagikan 3.023 Sertifikat Tanah Gratis ke Warga Jakbar Sebanyak 3.023 warga di kawasan Jakarta Barat mendapat sertifikat tanah secara gratis dari pemerintah. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membagikan sertifikat tanah secara gratis kepada masyarakat tahun ini. Kali ini, sertifikat gratis dibagikan kepada 3.023 warga di kawasan Jawa Barat.

Pembagian sertifikat ini merupakan langkah untuk mengejar target penerbitan sebanyak 9 juta sertifikat tanah. Jokowi meyakini target ini dapat tercapai lantaran pemerintah berhasil mencetak sertifikat tanah mencapai 9,3 juta pada tahun lalu. Padahal, target tahun lalu hanya 7 juta sertifikat.

"Artinya, ini bisa. Caranya bagaimana? Ya Pak Menteri ATR (Sofyan Djalil) urusannya. Tapi seharusnya bisa, walau harus dikejar-kejar, diawasi, sampai diancam-ancam," ujarnya sembari terkekeh saat acara pemberian sertifikat di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/11).


Lebih lanjut, Jokowi bilang sejatinya tugas pemerintah masih panjang. Sebab, data Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) per Desember 2018, baru sekitar 46 juta bidang tanah yang memiliki sertifikat.


Padahal, jumlah luasan tanah yang belum tersertifikat mencapai 126 juta bidang tanah. Artinya, baru sekitar 36,5 persen tanah yang tersertifikasi. Sementara sekitar 80 juta bidang tanah lainnya belum memiliki bukti hukum yang kuat.

Untuk itu, Jokowi meminta Kementerian ATR/BPN meningkatkan kapasitasnya agar bisa menyelesiakan luasan bidang tanah yang harus tersertifkat. Peningkatan kapasitas itu dilakukan dengan menambah amunisi juru ukur.

Menurut hitung-hitungan kemampuan Kementerian ATR, pemerintah sebelumnya hanua bisa melakukan pengukuran dan membagikan 500 ribu sertifikat per tahun.

"Tapi kalau hanya bisa 500 ribu per tahun, artinya masyarakat harus tunggu 160 tahun. Apa di sini ada yang mau tunggu? Sini kalau ada yang mau, maju, saya beri sepeda," katanya berkelakar.

Selain itu, Jokowi menekankan sertifikat tanah penting karena masalah sengketa lahan kerap menjadi permasalahan klasik masyarakat. Misalnya, antar sesama masyarakat, dengan pemerintah, pengusaha, BUMN, hingga lingkup keluarga.


"Sengketa lahan di mana-mana, karena masalahnya mereka tidak pegang sertifikat, tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki, sehingga mereka sering kalah," tuturnya.

Tak ketinggalan, Jokowi kembali mengingatkan agar sertifikat tanah yang diberikan secara cuma-cuma oleh pemerintah dapat dijaga dengan baik. "Saya ingatkan juga, ini setelah dapat, tolong dipakaikan plastik seperti ini. Kemudian, di-fotocopy, simpan di lemari, biar kalau hilang, nanti mudah urusnya," terangnya.

Selain itu, ia juga ingin agar sekalipun serifikat ini akhirnya dipakai sebagai jaminan kredit di bank, namun masyarakat tetap berhati-hati dan disiplin dalam mengembalikan pinjaman tersebut. "Misalnya mau dipakai pinjam ke bank, itu tidak apa, tapi harus dihitung, jangan sampai tidak bisa dikembalikan dan sertifikatnya hilang," tekannya.

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil menambahkan per 31 Desember 2018 setidaknya sudah ada 63.693 bidang tanah di Jakarta Barat yang memiliki sertifikat. Sementara berdasarkan catatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, setidaknya sudah ada 91,98 persen dari total 370.197 bidang tanah di ibu kota sudah bersertifikat.

"Artinya, sisa tinggal 8 persen. Kami akan pastikan bahwa 100 persen masyarakat DKI Jakarta bisa memiliki sertifkat pada tahun ini," pungkasnya. (uli/agi)