Pemerintah Targetkan Listrik 'Setrum' Seluruh Desa Tahun Ini

CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 19:29 WIB
Pemerintah Targetkan Listrik 'Setrum' Seluruh Desa Tahun Ini Ilustrasi listrik. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan jaringan listrik menjangkau seluruh desa di Indonesia tahun ini.

"Target desa berlistrik tahun 2019 sebesar 100 persen," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Sommeng dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (10/1).

Berdasarkan Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 137 tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, terdapat 74.957 desa dan 8.490 kelurahan di Indonesia.


Data Kementerian ESDM mencatat realisasi desa berlistrik tahun lalu mencapai 99,38 persen atau naik dari tahun 2017 yang sebesar 97,1 persen.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu mengungkapkan desa yang belum terjangkau jaringan listrik sebagian besar berada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk itu, tahun ini, pemerintah bakal berupaya agar wilayah-wilayah tersebut bisa mendapatkan jaringan listrik.

Selanjutnya, ia mengingatkan masuknya jaringan listrik ke suatu desa bukan berarti warganya sudah menikmati listrik. Makanya, tahun ini pemerintah juga akan meningkatkan rasio elektrifikasi dari 98,3 persen pada tahun lalu jadi 99,9 persen.


"Misalnya, satu desa ada 300 kepala keluarga, yang sudah mendapatkan jaringan listrik baru 50 kepala keluarga, tetapi itu sudah masuk desa berlistrik," jelasnya.

Upaya yang akan dilakukan adalah meningkatkan akses listrik di NTT yang tahun lalu rasio eletrifikasinya terendah di Indonesia, yaitu 61,9 persen.

Salah satu tantangannya adalah lokasi yang sulit dijangkau dan jenis tanah yang keras, sehingga sulit untuk menegakkan tiang. Bahkan, banyak vendor yang meninggalkan proyek listrik begitu saja meski sudah ditetapkan sebagai pemenang.


"NTT itu untuk menegakkan satu tiang saja setengah mati karena di sana tanahnya sangat keras," katanya.

Pemerintah telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk mencarikan solusi. Toh, masyarakat tetap harus mendapatkan layanan listrik. Selain itu, bila perlu, pemerintah pusat juga akan berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk membantu. Dengan begitu, vendor bisa langsung menyelesaikan proyek di tempat.

Tak hanya itu, untuk daerah yang sulit dijangkau, pemerintah akan menggunakan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) yang menggunakan baterai tenaga surya. Setidaknya, sampai studi sumber pembangkit listrik permanen selesai.


"Garansi LTSHE itu kan 2 sampai 3 tahun. Kami diberikan waktu untuk menentukan apakah jaringan PLN diperpanjang atau nanti kombinasi pembangkit misal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dengan panel surya," tandasnya.


(sfr/bir)