Indeks Ketimpangan Si Kaya dan Si Miskin RI Turun Jadi 0,384

CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 16:06 WIB
Indeks Ketimpangan Si Kaya dan Si Miskin RI Turun Jadi 0,384 Ilustrasi pembangunan ekonomi. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan penduduk antara kalangan miskin dan kaya atau dikenal dengan istilah rasio gini di Indonesia kembali menurun ke level 0,384 pada September 2018, dari semula 0,389 pada Maret 2018.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan rasio gini juga terjadi di perkotaan, yakni dari 0,401 menjadi 0,391 dan pedesaan dari 0,324 menjadi 0,319.

"Penurunan gini ratio secara nasional terjadi karena ada kenaikan pengeluaran per kapita kelompok bawah dan kelompok menengah lebih cepat dibandingkan kelompok atas," ujarnya di kantor BPS, Selasa (15/1).



Lebih rinci, pertumbuhan pengeluaran per kapita secara nasional pada periode Maret-September 2018 untuk kelompok 40 persen terbawah tumbuh 3,55 persen, kelompok 40 persen menengah naik 3,4 persen, dan 20 persen teratas 1,28 persen.

Sementara di perkotaan, pengeluaran per kapita kelompok 40 persen terbawah tumbuh 4,49 persen, 40 persen menengah naik 3,94 persen, dan 20 persen teratas bertambah 0,56 persen.

Begitu pula bagi penduduk di pedesaan, pengeluaran per kapita 40 persen terbawah naik 2,97 persen, 40 persen menengah 2,04 persen, dan 20 persen teratas 0,33 persen.


Berdasarkan provinsi, BPS mencatat setidaknya ada sembilan provinsi yang memiliki rasio gini di atas nasional. Mulai dari Yogyakarta 0,422, Gorontalo 0,417, dan Jawa Barat 0,405.

Selanjutnya, Papua 0,398, Sulawesi Tenggara 0,392, Papua Barat 0,391, Nusa Tenggara Barat 0,391, DKI Jakarta 0,390, dan Sulawesi Selatan 0,388.

"Provinsi yang tingkat gini ratio-nya paling rendah adalah Bangka Belitung sebesar 0,272," pungkasnya.

(uli/lav)