Jawab Prabowo, Rini Pilih Tekan Biaya Simpan Cadangan BBM

CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 11:54 WIB
Jawab Prabowo, Rini Pilih Tekan Biaya Simpan Cadangan BBM Menteri BUMN Rini mengisyaratkan lebih baik menekan biaya penyimpanan dengan menggandeng negara tetangga dibanding meningkatkan cadangan BBM. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri BUMN Rini Soemarno menanggapi kritik Calon Presiden Prabowo Subianto terkait cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia yang cuma 20 hari. Menurut Rini, yang terpenting PT Pertamina (Persero) masih memiliki cadangan yang bisa digunakan.

Lebih penting lagi, lanjut dia, Indonesia menggandeng negara tetangga untuk memenuhi kebutuhan BBM pada kondisi kritis. "Kerja sama itu apakah dengan Malaysia, apakah itu dengan Thailand, apakah Singapura, bisa menekan biaya penyimpanan cadangan," ujar Rini di Jakarta, Rabu (16/1).

Dalam wawancara terpisah, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Fanshurulah Asa menyebut bahwa untuk menambah cadangan migas selama 1 hari, Pertamina harus mengeluarkan biaya sebesar Rp1 triliun.


"Kerja sama itu yang selalu kami tingkatkan kalau kami pegangin (Pertamina) saja, akhirnya biayanya akan tinggi," terang Rini.

Secara terpisah, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengungkapkan ketahanan energi Indonesia tidak bisa dilihat dari satu variabel cadangan BBM Pertamina.

Namun, harus mempertimbangkan faktor lain, seperti sumur migas yang bisa memproduksi minyak mentah yang berkelanjutan dan ketersediaan minyak negara tetangga. "Saya kira itu harus dipertimbangkan aspek Indonesia dengan aspek kemampuan tetangga kita (Singapura). Selama proses (produksi minyak mentah) terus-menerus, saya kira tidak ada masaah," imbuh Dwi.


Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan cadangan Pertamina masih di atas standar nasional yang hanya 18 hari.

"Cadangan kami di atas (standar nasional), yaitu 20 sampai 22 hari. Kalau kelebihan kan jadi menganggur," jelasnya.

Nicke mengingatkan setiap negara memiliki kebijakan yang berbeda terkait cadangan BBM. External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita menambahkan cadangan migas suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi geografis, geopolitis, dan konsumsi BBM nasional.


Misalnya, Jepang dan Amerika Serikat (AS) memiliki empat musim, sehingga membutuhkan cadangan BBM yang lebih besar dibanding negara tropis. Negara yang sedang konflik juga memiliki stok BBM yang berbeda.

"Rata-rata stok kami untuk 20 hari tetapi ada juga produk yang lebih. Pada saat lebaran, natal, dan tahun baru itu sudah aman banget," tandas Arya.


(sfr/bir)