Inalum Gandeng Uncen untuk Pengembangan Tambang di Papua

CNN Indonesia | Jumat, 18/01/2019 13:21 WIB
Inalum Gandeng Uncen untuk Pengembangan Tambang di Papua Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan pertambangan, industri dan energi nasional yang berkelanjutan. (Foto: Dok. INALUM)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) dan Universitas Cendrawasih hari ini menandatangani Nota Kesepakatan (MOU) Kerjasama Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat serta Pengembangan Bidang Pertambangan, Industri dan Energi.

Penandatanganan itu diteken Direktur Utama Inalum Budi Sadikin dan Rektor Universitas Cendrawasih (Uncen) Apolo Safanpo.

Penandatanganan ini juga disaksikan oleh Pembantu Rektor IV Fredrik Sokoy, Pembantu Rektor II Prof Arung Lamba dan Direktur Mining and Metals Industry Indonesia (MMII) Ratih Amri.



Budi Sadikin mengatakan salah satu mandat induk industri pertambangan adalah menguasai dan mengelola sumber daya alam. Sehingga, kata dia, perlu disiapkan sumber daya manusia yang mumpuni.

"Inalum mendirikan Mining and Metals Industry Indonesia (MMII) yang salah satu fungsinya adalah bersama universitas dan lembaga riset terkemuka mencetak dan mengembangkan kemampuan para ahli tambang di Indonesia. Kerja sama dengan Universitas Cendrawasih merupakan salah satunya," kata dia dalam keterangan resmi, Jumat (18/1).

Dia mengharapkan dengan menyiapkan sumber daya manusia di Papua, sumber daya alam pun dapat dikelola mandiri oleh putra-putri yang berasal dari provinsi tersebut.


Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan pertambangan, industri dan energi nasional yang berkelanjutan. Hal itu dilakukan melalui kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan di bidang pertambangan, industri dan energi.

Rektor Universitas Cendrawasih Apolo Safanpo mengatakan pihaknya mengapresiasi dan menyambut baik kerja sama di bidang tambang tersebut.

"Sumber daya alam di Papua sangat kaya, namun sumber daya manusianya terbatas. Jadi kami berharap kerja sama ini dapat membantu mengatasi kendala tersebut ke depannya," katanya.


Ruang lingkup nota kesepakatan Inalum dan Uncen di antaranya meliputi penyusunan rekomendasi kebijakan strategis untuk mendukung pengelolaan pertambangan, industri, dan energi yang berkelanjutan. Selain itu, mengembangkan pertambangan yang ramah lingkungan.

Saat ini MMII telah menandatangani nota kesepakatan dengan lembaga riset terkemuka dari Amerika Serikat, Massachusetts Institute of Technology Energy Initiatives (MITEI). Kolaborasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pengembangan teknologi energi rendah karbon dan pertambangan yang berkelanjutan.

Kolaborasi dengan MITEI akan membantu Inalum mengembangkan proyek industri pertambangan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan serta berbiaya rendah. (Inalum/asa)