Investasi China Tumbuh 5,9 Persen, Paling Lambat sejak 1996

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 18:27 WIB
Investasi China Tumbuh 5,9 Persen, Paling Lambat sejak 1996 Ilustrasi ekonomi China. (AP Photo/Andy Wong).
Jakarta, CNN Indonesia -- China mencatatkan pertumbuhan investasi pada instrumen aset tetap sebesar 5,9 persen sepanjang tahun lalu. Pertumbuhan ini berada di bawah ekspektasi analis sebesar 6 persen dan paling lambat sejak 1996.

Berdasarkan catatan Biro Statistik China, investasi sektor swasta menyumbang sekitar 60 persen dari keseluruhan investasi China. Pertumbuhannya tercatat sebesar 8,7 persen.


Sementara itu, hasil produksi industri tercatat sebesar 5,7 persen secara tahunan pada Desember. Analis yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan produksi industri China akan tumbuh 5,3 persen, melambat dari 5,4 persen pada November.Di sisi lain, penjualan ritel pada akhir 2018 juga tumbuh sesuai ekspektasi sebesar 8,2 persen. Angka pertumbuhan ini naik dari posisi November sebesar 8,1 persen.


Investasi yang menurun dan melemahnya permintaan konsumen akibat perang tarif dagang dengan AS menekan pertumbuhan ekonomi China pada sepanjang tahun lalu hanya 6,6 persen. Pertumbuhan ekonomi paling lambat sejak 1980an.


Para analis ragu China dapat keluar dari masa kritis ini dengan cepat. Saat ini, pemerintah China telah mengerahkan segala cara untuk mendorong perekonomiannya, melalui serangkaian kebijakan dengan konsumsi domestik sebagai fokus utama. (rim/agi)