Petani Resah Jagung Impor Masuk saat Panen Raya

CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 11:25 WIB
Petani Resah Jagung Impor Masuk saat Panen Raya Ilustrasi jagung. (ANTARA FOTO/Aji Styawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) mengaku khawatir impor jagung 30 ribu ton yang dilakukan pemerintah bakal masuk terlambat. Hal ini berpotensi mengganggu harga dan merugikan petani.

Ketua Asosiasi APJI Sholahuddin menyebut impor jagung 30 ribu ton diperkirakan baru masuk ke Indonesia pada Februari 2019. Padahal pada bulan yang sama diperkirakan terjadi panen raya. 

"Ini akan jadi blunder karena tidak berhasil masuk pada Januari, sebelum panen raya. Kalau masuk Februari bisa membuat pasokan terlalu tinggi," ujar dia kepada CNNIndonesia.com.


Sholahuddin khawatir, bila impor baru masuk saat panen raya, maka harga jagung akan jatuh cukup signifikan karena ada banjir pasokan. Hitung-hitungannya, harga jagung bisa menyentuh kisaran di bawah Rp3.000 per kg.


"Padahal maunya harga di kisaran Rp4.000-4.500 per kg, itu harga yang untung bagi petani dan peternak," katanya.

Bila harga anjlok hingga di bawah Rp3 ribu per kg, maka kerugian bagi petani bisa mencapai Rp1.000 per kg. Di sisi lain, ia pun tak yakin bila Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) bisa menyerap hasil panen jagumg petani dalam jumlah besar.


Pasalnya, gudang Bulog diperkirakan tak cukup. Belum lagi, Bulog tak punya infrastruktur yang memadai, seperti pengeringan (dryer) untuk jagung hasil panen yang masih dalam kondisi basah.

"Saya curiga ini ada yang bermain-main di sini supaya harga naik turun, jadi harus dicari siapa yang bermain dan bagaimana atasinya. Saya tidak menuduh, tapi harga turun itu memberatkan," pungkasnya.

Pemerintah sebelumnya memutuskan untuk membuka keran impor jagung sebanyak 30 ribu ton. Jagung impor tersebut diperkirakan masuk paling lambat Maret 2019.

(uli/agi)