Direktur Keuangan ITDC Nusantara Suyono mengatakan pinjaman dari AIIB tersebut ringan. Pinjaman memiliki jangka waktu cicilan pinjaman atau tenor selama 35 tahun dengan masa tenggang 10 tahun.
Sementara itu, bunga yang ditawarkan dalam pinjaman tersebut sebesar 6 persen atau sesuai dengan London Interbank Offered Rate (LIBOR) plus 1,4 persen per tahun. "Pembiayaan ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan," ujar Nusantara Suyono seperti dikutip dari Antara, Selasa (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nusantara mengatakan pinjaman dari AIIB tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas dasar di KEK Mandalika, seperti; pembangunan jalan kawasan, penyediaan air bersih, sanitasi dan drainase, pengolahan limbah cair dan padat, distribusi listrik dan fasilitas pengelolaan risiko bencana.
Seluruh infrastruktur yang dibangun tersebut merupakan fasilitas dasar yang ditujukan untuk mengundang investasi asing dan lokal di kawasan KEK Mandalika. Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer mengatakan pinjaman dari AIIB tersebut merupakan yang pertama diberikan dalam jumlah besar.
(antara/agt)