MRT Jakarta Gandeng Kodam Jaya Amankan 13 Stasiun

CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 14:35 WIB
MRT Jakarta Gandeng Kodam Jaya Amankan 13 Stasiun PT MRT Jakarta dan Kodam Jaya menandatangani kerja sama soal pengamanan beberapa objek MRT fase I, Selasa (22/1). (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT MRT Jakarta menggandeng Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya) untuk mengamankan operasional transportasi mass rapid transit (MRT) fase I. Beberapa objek yang menjadi target pengamanan antara lain, 13 stasiun MRT, depo Lebak Bulus, suar penyejuk (cooling tower), dan ventilasi.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan kegiatan pengamanan oleh Kodam Jaya langsung dilaksanakan esok hari, Rabu (23/1). Artinya, Kodam Jaya ikut serta dalam mengamankan uji coba paralel hingga 26 Februari 2019, dilanjutkan pada uji coba penuh dari 27 Februari sampai pekan ketiga Maret.

"Aspek pengamanannya macam-macam, kami ingin berjalan tanpa hambatan. Seluruh kegiatan berjalan lancar dan masyarakat harus merasa nyaman," tutur William, Selasa (22/1).



Menurutnya, kerja sama ini berlaku selama lima tahun ke depan. Maka itu, tak menutup kemungkinan pembangunan MRT fase II juga akan diamankan langsung oleh Kodam Jaya.

"Kerja samanya bisa sampai fase-fase selanjutnya, kami sudah bicara itu," imbuh William.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto menuturkan pihaknya akan menurunkan 50 personel di masing-masing rangkaian MRT saat uji coba penuh. Sebagai informasi, satu rangkaian kereta bisa berisikan 250 penumpang.


"Setiap hari total orang yang bisa naik diperkirakan 600 orang, jadi ada dua kali keberangkatan," terang Joni.

Jika ditemukan orang yang melanggar aturan dan mengganggu keamanan, sambung Joni, maka personelnya berhak langsung melakukan penindakan di tempat tersebut.

"Untuk titik krusialnya mana saja sambil jalan kami lihat," pungkas Joni.

(aud/lav)