Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan pembangunan MRT fase 2 yang diperpanjang ini membutuhkan total biaya mencapai Rp30 triliun, biaya tersebut naik sekitar Rp10 triliun dari total kebutuhan awal yang hanya Rp20 triliun.
"Ada tambahan, mungkin sekitar Rp10 triliun lagi," imbuh Budi Karya setelah menjajali MRT HI-Lebak Bulus bersama Presiden RI di Jakarta, Selasa (6/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengaku mendapat mandat dari Presiden RI Joko Widodo agar pengerjaan proyek MRT Timur-Barat tersebut dapat dikerjakan bersamaan dengan fase 3 dari Cikarang menuju Balaraja sepanjang 87 kilometer.
"Karena kami lihat kebangkitan lalu lintas itu dari Ancol dan Priok, itu akan besar sekali," kata
Hingga kini, pemerintah belum berencana memperluas pembangunan MRT di luar daerah Jakarta. Pihaknya masih memaksimalkan penggunaan Light Rail Transit (LRT) sebagai moda transportasi di luar Jakarta.
"Pertama di Jakarta dulu, kalau di daerah-daerah kita LRT dulu. Nanti Tangerang Selatan kami harapkan juga bisa kalau ada sharing dari investor," jelasnya saat ditanyai perluasan pembangunan MRT ke luar Jakarta.
Hingga kini, proses pembangunan MRT fase 1 dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI sudah hampir memasuki tahap akhir, yakni mencapai 97 persen, Proyek ini diperkirakan rampung pada Maret 2019 mendatang.
Secara total, akan ada 16 kereta yang beroperasi pada fase pertama dari pembangunan MRT dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI ini. Nantinya, masyarakat akan dikenakan biaya Rp8.000-Rp9.000 untuk perjalanan menggunakan moda transportasi baru di Indonesia ini. (mjs/lav)