Merger Bisa Kandas Jika Karyawan BNP Ogah Kerja di Danamon

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 10:06 WIB
Merger Bisa Kandas Jika Karyawan BNP Ogah Kerja di Danamon Nasabah melakukan transaksi di kantor Bank Danamon, Jakarta. (Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Danamon Tbk memaparkan proses penggabungan usaha (merger) dengan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BNP) bisa saja kandas di tengah jalan jika mayoritas karyawan BNP tak berniat meneruskan masa kerjanya di Bank Danamon.

Hal itu tertuang dalam Ringkasan Rancangan Penggabungan Usaha (RRPU) yang dipublikasikan Bank Danamon hari ini, Selasa (22/1). Bank Danamon selaku bank yang menerima penggabungan menyebut terdapat potensi karyawan BNP enggan melanjutkan karirnya di Bank Danamon usai proses merger rampung.

Dalam aksi korporasi ini, BNP adalah bank peserta penggabungan. "Apabila sebagian besar karyawan bank peserta penggabungan (BNP) tidak bersedia meneruskan bekerja dengan bank yang menerima penggabungan (Bank Danamon), maka pelaksanaan dari rencana penggabungan dapat mengalami penundaan atau menjadi tidak terlaksana," papar manajemen Bank Danamon dalam RRPU yang diumumkan di keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI).



Agar karyawan BNP melanjutkan masa kerjanya di Bank Danamon, BPN disebut-sebut perlu menyiapkan langkah strategi, seperti rencana retensi. Artinya, BNP harus menahan karyawannnya untuk tetap bekerja dalam jangka waktu tertentu.

Tak hanya itu, BNP perlu memberikan pengertian kepada karyawannya bahwa Bank Danamon akan memberikan peluang karir yang lebih baik dari sebelumnya. Kemudian, BNP juga harus memberikan sosialisasi mengenai tujuan merger tersebut.

"(Bank peserta penggabungan/BNP) harus mensosialisasikan potensi pertumbuhan bank yang menerima penggabungan (Bank Danamon)," jelas manajemen Bank Danamon.

Sementara itu, Direktur Independen Bank Danamon Rita Mirasari mengatakan semua aset dan kewajiban BNP nantinya akan dialihkan ke perusahaan setelah proses merger ini selesai. Ia juga mengakui bahwa karyawan adalah salah satu aset perusahaan yang sangat penting.


"Dan kepentingan karyawan merupakan salah satu prioritas perusahaan," ucap Rita kepada CNNIndonesia.com.

Sayangnya, ia enggan menanggapi risiko karyawan BNP tak berkenan melanjutkan masa kerja di Bank Danamon. Hal yang pasti, ucap Rita, selama proses pengalihan BNP ke Bank Danamon, perusahaan tetap menjalankan strategi dan tujuan yang dibuat sejak awal tahun. Hal ini agar dapat memberikan nilai tambah Bank Danamon kepada pemangku kepentingan. (aud/lav)