Pemprov Palu Bantu Pengusaha Tagih Janji OJK soal Kredit

Antara, CNN Indonesia | Senin, 28/01/2019 09:49 WIB
Pemprov Palu Bantu Pengusaha Tagih Janji OJK soal Kredit Ilustrasi bencana di Palu. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan memfasilitasi para pengusaha perhotelan dan restoran di Kota Palu untuk menagih janji kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait fasilitas kredit untuk pengusaha perhotelan dan restoran.

"Saya siap memfasilitasi pertemuan OJK dan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Sulawesi Tengah. Beberapa waktu lalu Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjanjikan penyaluran kredit baru untuk para pengusaha apapun, termasuk hotel dan restoran yang akan bangkit kembali pasacabencana," ujar Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola seperti dikutip Antara, Minggu (28/1).

Longki mengemukakan janji itu menanggapi sambutan Ketua BPP PHRI Hariadi Sukamdani yang mengharapkan dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk pemulihan sektor perhotelan dan restoran di Kota Palu, Sigi dan Donggala pascabencana alam pada 28 September 2018.
       

"Kalangan perhotelan dan restoran di Palu membutuhkan kebijakan pembebasan pajak serta masa relaksasi atas pinjaman (utang bank) yang sedang berjalan," ujar Hariadi.


Di depan para pengusaha hotel dan restoran, serta himpunan pramuwisata Sulteng, Longki mengungkapkan bahwa Ketua OJK Wimboh Santoso pernah berjanji merekomendasikan pengucuran kredit baru kepada para pengusaha yang siap bergerak kembali agar ekonomi daerah segera pulih.

"Jadi janji OJK ini sangat menarik, tak hanya memberikan masa relaksasi untuk pinjaman yang sedang berjalan saat bencana terjadi, tetapi akan mengucurkan kredit baru," katanya.

Menurut Longki, Ketua OJK bahkan menegaskan semua bank yang melayani kredit kepada pengusaha yang tertimpa bencana dan telah siap untuk bangkit kembali, wajib hukumnya melayani nasabahnya tersebut.


Ketua BPP PHRI Hariadi Sukamdani mengatakan sektor perhotelan dan restoran bertekad menjadi pihak yang terdepan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia untuk mencapai target kunjungan 20 juta orang pada 2019.

Menurut dia, sektor perhotelan merupakan investor terbesar di sektor kepariwisataan Indonesia yang telah memberiakn kontribuasi signifikan dalam mendatangkan sekitar 15 juta wisman pada 2018.

Sementara itu, Ketua BPD PHRI Sulteng yang baru dilantik Fery taula berharap pemerintah segera memberikan kepastian soal pemberian masa relaksasi untuk kredit yang sedang berjalan, menyalurkan pinjaman baru untuk membangun kembali aset yang rusak serta kepastian hukum tentang penggunaan lahan di sepanjang Teluk Palu yang selamat ini menjadi lokasi menarik untuk membangun hotel berbintang.

Bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi 28 September 2018 menyebabkan sekitar 75 persen hotel di Kota Palu, Sigi dan Donggala terdampak ringan, sedang dan berat, namun khusus hotel berbintang, 100 persen mengalami dampak berat.


"Sampai saat ini baru tiga hotel berbintang yang mulai beroperasi secara terbatas," ujar Fery Taula yang merupakan pemilik restoran tersebut. (lav)