OJK Belum Terima Laporan Merger Bank Danamon-BNP

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 17:15 WIB
OJK Belum Terima Laporan Merger Bank Danamon-BNP Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menanggapi rencana aksi korporasi MUFG Bank terhadap Bank Danamon dan Bank Nusantara Parahyangan. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku belum menerima proposal terkait penggabungan PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BNP) Melalui aksi korporasi tersebut, MUFG bank bakal menjadi pemegang 73 persen saham Bank Danamon. 

"Saya belum dapat laporan mengenai merger itu," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Rabu (23/1).

Wimboh menyebut berhak mengajukan permohonan untuk menjadi pemegang saham mayoritas Danamon. Namun, keinginan ini tentu masih perlu dibahas lagi oleh otoritas.


Pasalnya, sesuai Peraturan OJK Nomor 56 Tahun 2016 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum, batas maksimum kepemilikan saham untuk kategori badan hukum diatur maksimal 40 persen dari modal bank. Namun, terdapat kelonggaran bagi pemegang saham untuk memiliki lebih dari 40 persen saham bank jika melakukan proses merger. 


"Dia kan boleh punya proposal begitu, nanti tentu akan kami bahas," jelasnya.

Saat ini, MUFG Bank memiliki 40 persen saham pada Bank Danamon dan 7,91 persen saham BNP. Namun, usai penggabungan, MUFG Bank diperkirakan bakal menguasai 73 persen saham Bank Danamon.

Porsi saham tersebut dihitung dengan asumsi Asia Financial Ltd selaku pemegang 33 persen saham Bank Danamon dan PT Hermawan Setral Investama selaku pemegang 11,54 persen saham BNP bakal menggunakan haknya untuk menjual saham kepada MUFG dalam proses merger.

Adapun, kepemilikan saham tersebut berpotensi meningkat atau berkurang, antara lain tergantung pada intensi pemegang saham lain, seperti ACOM pada BNP yang saat ini masih memiliki sebesar 67,59 persen, serta pemegang saham lainnya.


Dengan penggabungan kedua bank tersebut, modal ditempatkan dan disetor Bank Danamon hasil merger diperkirakan hanya akan meningkat dari semula Rp5,9 triliun menjadi RP5,99 triliun. Sementara itu, posisi modal ditempatkan dan disetor BNP saat ini tercatat sebesar Rp399 miliar.

Di sisi lain, berdasarkan laporan keuangan keduanya posisi September 2018, total aset kedua bank jika dikonsolidasikan mencapai Rp186 triliun.

Kedua bank rencananya bakal mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) guna meminta persetujuan merger pada 26 Maret 2019. Kemudian pada 28 Maret-10 April 2019, pemegang saham yang ingin menjual sahamnya diminta menyampaikan kehendak, sedangkan pembayaran atas penjualan saham diperkirakan jatuh pada 29 April 2019. (glh/lav)