Banjir Proyek, Wika Targetkan Raup Laba Rp3 Triliun Tahun Ini

CNN Indonesia | Senin, 28/01/2019 17:14 WIB
Banjir Proyek, Wika Targetkan Raup Laba Rp3 Triliun Tahun Ini Ilustrasi proyek Wijaya Karya. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menargetkan dapat meraup laba bersih sebesar Rp3,01 triliun tahun ini, melesat 48,7 persen dibanding target 2018 sebesar Rp2,03 triliun.

Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana menjelaskan perusahaan cukup percaya diri menaikkan target hampir 50 persen karena potensi banjirnya kontrak baru tahun ini. Ia menargetkan kontrak baru WIKA naik 32 persen dari Rp50,65 triliun tahun lalu menjadi Rp66,74 triliun pada 2019.

"Tahun 2019 kami tidak pesimis, semua target meningkat karena potensi ekonomi juga naik dan konsumsi meningkat," kata Tumiyana, Senin (28/1)


Menurutnya, pemilihan presiden (pilpres) yang bakal dilaksanakan April tahun ini tak akan mengganggu operasional bisnis. Hal itu terbukti dari beberapa pemilihan umum (pemilu) yang terjadi beberapa waktu terakhir, seperti pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak dan pilpres sebelumnya.


"Jadi tidak ada isu politik ya, pemilu kemarin baik-baik saja di Jawa, Bali, Jakarta," terang Tumiyana.

Lebih lanjut Tumiyana menjelaskan perusahaan membidik proyek di sektor infrastruktur, properti, dan energi. Beberapa contoh proyeknya, yakni pembangunan kawasan hunian di Jawa dan Bali, Transit Oriented Development (TOD) di jalur strategis Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), pembangkit listrik, dan produksi massal motor listrik.

Nantinya, proyek properti akan dikerjakan oleh anak usahanya, PT Wijaya Karya Realty. Sejauh ini, Direktur Keuangan Wijaya Karya Steve Kosasih menyebut entitas usaha itu memiliki proyek di daerah lain, seperti Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.

"Termasuk di dalamnya lokasi TOD yang berdekatan dengan stasiun seperti Stasiun Senen, juga Benhil yang terintegrasi dengan MRT," terang Steve.


Sepanjang tahun lalu, Wijaya Karya Realty membukukan marketing sales sebesar Rp1,4 triliun. Perusahaan pun menargetkan marketing sales dua kali lipat pada 2019 menjadi Rp3,1 triliun.

"Wijaya Karya Realty akan menjadi andalan bagi Wijaya Karya untuk mengembangkan bisnisnya di sektor perumahan dan pengembangan kawasan," jelas Steve.

Sekadar informasi, Wijaya Karya akan menjadi bagian dari holding perumahan dan pengembangan kawasan. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut Peraturan Presiden (PP) akan terbit pada Jumat (1/2) besok. (aud/agi)