Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana menjelaskan perusahaan cukup percaya diri menaikkan target hampir 50 persen karena potensi banjirnya kontrak baru tahun ini. Ia menargetkan kontrak baru WIKA naik 32 persen dari Rp50,65 triliun tahun lalu menjadi Rp66,74 triliun pada 2019.
"Tahun 2019 kami tidak pesimis, semua target meningkat karena potensi ekonomi juga naik dan konsumsi meningkat," kata Tumiyana, Senin (28/1)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tidak ada isu politik ya, pemilu kemarin baik-baik saja di Jawa, Bali, Jakarta," terang Tumiyana.
Nantinya, proyek properti akan dikerjakan oleh anak usahanya, PT Wijaya Karya Realty. Sejauh ini, Direktur Keuangan Wijaya Karya Steve Kosasih menyebut entitas usaha itu memiliki proyek di daerah lain, seperti Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.
"Termasuk di dalamnya lokasi TOD yang berdekatan dengan stasiun seperti Stasiun Senen, juga Benhil yang terintegrasi dengan MRT," terang Steve.
Sepanjang tahun lalu, Wijaya Karya Realty membukukan marketing sales sebesar Rp1,4 triliun. Perusahaan pun menargetkan marketing sales dua kali lipat pada 2019 menjadi Rp3,1 triliun.
"Wijaya Karya Realty akan menjadi andalan bagi Wijaya Karya untuk mengembangkan bisnisnya di sektor perumahan dan pengembangan kawasan," jelas Steve.
Sekadar informasi, Wijaya Karya akan menjadi bagian dari holding perumahan dan pengembangan kawasan. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut Peraturan Presiden (PP) akan terbit pada Jumat (1/2) besok. (aud/agi)