Laba BRI Tembus Rp32,4 Triliun Sepanjang 2018

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 21:39 WIB
Laba BRI Tembus Rp32,4 Triliun Sepanjang 2018 Direktur Utama BRI Suprajarto menyebut kenaikan laba perseroan terutama didorong peningkatan penyaluran kedit UMKM. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan laba bersih sebesar Rp32,4 triliun sepanjang 2018. Realisasi ini meningkat 11,6 persen dari posisi 2017 lalu yang sebesar Rp29 triliun.

Direktur Utama BRI Suprajarto menjelaskan penopang utama pertumbuhan laba bersih perusahaan masih berasal dari penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp645,7 triliun. Porsi kredit pada segmen tersebut mencapai 76,5 persen dari total kredit.

"Total kredit kami Rp843,6 triliun atau bisa dibilang naik 14 ,1 persen dari Desember 2017 sebesar Rp739,3 triliun," ucap Suprajarto, Rabu (30/1).


Ia mengatakan realisasi ini sesuai dengan rencana manajemen yang fokus pada penyediaan akses permodalan untuk pelaku UMKM di dalam negeri. Terbukti, sambung Suprajarto, kontribusi penyaluran kredit UMKM selalu tumbuh setiap tahunnya.


"Proporsi kredit UMKM pada 2017 sebesar 75,6 persen," imbuh Suprajarto.

Suprajarto merinci, kredit UMKM terdiri dari kredit pada sektor mikro Rp274,3 triliun, sektor konsumer Rp130,8 triliun, dan sektor ritel dan menengah sebesar Rp240,6 triliun. Sementara, sisa kredit disalurkan untuk korporasi sebesar Rp197,9 triliun.

Namun, kenaikan kredit ini tak disertai dengan penurunan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL). Pada akhir Desember 2018, NPL gross perusahaan sebesar 2,2 persen atau stagnan dibandingkan akhir 2017 lalu.


Lebih lanjut Suprajarto menjelaskan perusahaan tahun lalu berhasil meningkatkan efisiensi dalam mengoperasikan bisnis. Terbukti, beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) pada Desember 2018 sebesar 70 persen, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya 70,7 persen.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), Suprajarto menambahkan posisinya naik 12,2 persen menjadi Rp944,3 triliun. Sementara, aset perusahaan juga tumbuh 15,2 persen menjadi Rp1.296 triliun.

"Perusahaan berhasil mempertahankan kinerja positif di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang pada 2018," pungkas Suprajarto. (aud/agi)