Pertamina Gandeng Perusahaan Italia Kembangkan BBM Ramah Alam

CNN Indonesia | Jumat, 01/02/2019 09:45 WIB
Pertamina Gandeng Perusahaan Italia Kembangkan BBM Ramah Alam Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) dan perusahaan minyak dan gas (migas) asal Italia Eni meneken tiga kesepakatan terkait pengolahan energi ramah lingkungan pada Rabu (30/1) di Roma, Italia.

Sebanyak dua kesepakatan diantaranya terkait dengan pengembangan kilang penghasil bahan bakar ramah lingkungan (green refinary). Kesepakatan tersebut adalah; Head of Joint Venture Agreement untuk pengembangan green refinery di Indonesia serta lembar ketentuan (term sheet) pengolahan minyak kelapa sawit (CPO) di Italia.

Kesepakatan ini merupakan lanjutan dari nota kesepahaman kerja sama yang telah diteken kedua perusahaan pada September 2018 dan Desember 2018.


Kemudian, satu kesepakatan sisanya merupakan Nota Kesepahaman (MoU)terkaitekonomisirkular yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, produk rendah karbon dan energi terbarukan.
Ketiga kesepakatan ditandatangani oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan CEO Eni Claudio Descalzi.


Direktur Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif mengungkapkan perseroan perlu melakukan kerja sama dengan perusahaan migas dunia yang sudah berpengalaman dalam pengembangan green energy demi memproses CPO 100 persen menjadi green diesel maupun green avtur.

Hal tersebut yang melandasi kerja sama antara kedua perusahaan. Eni merupakan perusahaan yang bmemiliki keahlian di bidang teknologi Biorefineries di Italia dan bersama UOP memiliki linsensi teknologi Ecofining™.

Menurut Budi, penandatanganan Term Sheet CPO Processing dan Head of Joint Venture antara Pertamina dan Eni merupakan tonggak penting bagi pengembangan energi masa depan Indonesia. Kesepakatan akan berguna dalam membantu Indonesia mengurangi penggunaan energi fosil.

Selain itu, kerja sama untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam terbarukan dalam negeri ini juga merupakan upaya perseroan untuk mengurangi impor minyak mentah demi kemandirian energi nasional.


"Indonesia memiliki sumber green energy berupa  minyak kelapa sawit yang melimpah. Ini bisa menjadi potensi besar bagi Indonesia ke depannya," ujar Budi dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (31/1).

Perseroan juga akan terus memaksimalkan sumber daya terbarukan lainnya seperti pemanfaatan Algae untuk memenuhi permintaan energi yang terus meningkat, baik secara domestik maupun global serta pengendalian emisi karbondioksida.

Adapun kesepakatan pemrosesan CPO mengawali upaya Pertamina untuk melakukan pemrosesan CPO di kilang Eni di Italia yang sudah berpengalaman sejak tahun 2014 untuk menghasilkan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) yang bisa digunakan sebagai campuran bahan bakar mesin diesel.


Selanjutnya, kedua perusahaan juga akan melanjutkan diskusi tentang potensi pembangunan green refinery di Indonesia untuk memproduksi HVO di Indonesia.

Saat ini, perseroan juga telah berhasil mengolah CPO dengan co-processing di refinery dengan proyek pertama di Kilang Plaju, Sumatera Selatan yang beroperasi pada Desember 2018.

"Kilang ini (Plaju) menghasilkan green fuel, green LPG dan green avtur dengan pemanfaatan CPO hingga 7,5 persen," ujarnya.
(sfr/agt)