Adhi Karya Antar Dua Anak Usaha IPO Semester II 2019

CNN Indonesia | Minggu, 03/02/2019 05:40 WIB
Adhi Karya Antar Dua Anak Usaha IPO Semester II 2019 Ilustrasi pasar modal. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Adhi Karya (Persero) Tbk berencana mengantarkan dua anak usahanya menjadi perusahaan publik pada tahun ini. Dua perusahaan tersebut adalah PT Adhi Persada Gedung (APG) dan PT Adhi Commuter Properti (ACP).

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto menargetkan keduanya bisa melakukan proses penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada semester II tahun ini.

"Insyaallah semester kedua APG dan ACP kami akan IPO," kata Budi di Hotel Pullman, Jumat (1/2).

Budi menjelaskan Adhi Karya telah memperhitungkan prediksi kondisi pasar modal yang makin membaik. Pihaknya pun tak akan mensia-siakan kesempatan tersebut untuk melakukan IPO.


Dari hajatan itu, lanjutnya, APG ditargetkan bisa meraih dana sebesar Rp2 triliun. Sedangkan ACP diharapkan bisa meraup uang lebih besar hingga di atas Rp3 triliun.

"ACP ada keperluan belanja tanah di daerah Transit Oriented Development," jelasnya.

Budi mengatakan keduanya akan melepas masing-masing 30 persen sahamnya ke publik. Namun demikian, Budi mengaku belum menentukan pihak penjamin efek yang akan membantu proses IPO. Saat ini, perseroan masih menggenggam 99,6 saham APG dan 99,9 persen saham ACP. 


Penerbitan Obligasi Rp2 Triliun

Selain IPO, Adhi Karya juga rencananya bakal menerbitkan surat utang (obligasi) sebesar Rp2 triliun. 


Direktur Keuangan Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson memaparkan perseroan masih memiliki plafon Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II Tahap II sebesar Rp2 triliun. Sebelumnya, tahun 2017 Adhi Karya telah menerbitkan obligasi lewat PUB II Tahap I sebesar Rp2,99 triliun.

"Waktunya (batas izin efektif) habis pada Juni 2019," kata Entus.

Dana dari hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk mendukung kelancaran proyek-proyek yang digarap Adhi Karya. Saat ini, perseroan tengah Salah satu proyek yang kini tengah mengincar proyek Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo sepanjang 120 kilometer (km). Selain itu, Adhi Karya juga membidik proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di Karian Barat dan Timur, Banten.

Untuk tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan kontrak baru sebesar 20 persen dari perolah kontrak tahun lalu sebesar Rp24 triliun. Itu berarti, Adhi Karya menargetkan raihan kontrak baru sebesar Rp28,8 triliun tahun ini. (ulf/agi)