Pidato Trump Bikin Rupiah Lunglai ke Rp13.965 per Dolar AS

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 09:04 WIB
Pidato Trump Bikin Rupiah Lunglai ke Rp13.965 per Dolar AS Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah dibuka melemah 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp13.930 per dolar AS dari posisi kemarin di level Rp13.920 per dolar AS.

Rupiah pun terus bergerak melemah pada perdagangan pagi ini. Hingga pukul 09.00 WIB, rupiah berada di posisi Rp13.965 per dolar AS.

Seiring dengan rupiah, mata uang sejumlah negara Asia lainnya juga turut melemah. Ringgit Malaysia melemah 0,2 persen, baht Thailand 0,36 persen, peso Filipina 0,03 persen, dolar Singapura 0,02 persen.



Kemudian yuan China melemah 0,69 persen, won Korea 0,25 persen. Sementara dolar Hong Kong dan dolar Singapura kompak stagnan, sedangkan yen Jepang menguat 0,21 persen.

Di sisi lain, sejumlah mata uang negara maju juga tercatat melemah. Poundsterling Inggris melemah 0,02 persen, franc Swiss 0,01 persen, dolar Australia 0,08 persen. Sementara euro dan rubel rusia menguat masing-masing 0,02 persen dan 0,26 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi rupiah hari ini akan mendapatkan sedikit tekanan dari penguatan dolar AS. Tjendra bilang dolar AS terus menguat terhadap mata uang utama dunia usai Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan Selasa (5/2) waktu setempat. Pidato Trump mendapatkan sambutan positif dari kongres AS yang terdiri dari Partai Demokrat dan Partai Republik.


"Penguatan dolar AS ini akibat dari pidato Trump yang cukup positif dan memburuknya perekonomian Eropa, serta ketidakpastian negosiasi British Exit (Brexit)," kata Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Ia meramalkan rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.900-Rp14 ribu per dolar AS. Sementara itu, rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2018 sebesar 5,17 persen telah membantu penguatan rupiah kemarin. Menurut Tjendra, raihan pertumbuhan ekonomi itu lebih tinggi dari ekspektasi pasar yaitu 5,11 persen. (ulf/agi)