Rupiah pun terus bergerak melemah pada perdagangan pagi ini. Hingga pukul 09.00 WIB, rupiah berada di posisi Rp13.965 per dolar AS.
Seiring dengan rupiah, mata uang sejumlah negara Asia lainnya juga turut melemah. Ringgit Malaysia melemah 0,2 persen, baht Thailand 0,36 persen, peso Filipina 0,03 persen, dolar Singapura 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian yuan China melemah 0,69 persen, won Korea 0,25 persen. Sementara dolar Hong Kong dan dolar Singapura kompak stagnan, sedangkan yen Jepang menguat 0,21 persen.
Di sisi lain, sejumlah mata uang negara maju juga tercatat melemah. Poundsterling Inggris melemah 0,02 persen, franc Swiss 0,01 persen, dolar Australia 0,08 persen. Sementara euro dan rubel rusia menguat masing-masing 0,02 persen dan 0,26 persen.
"Penguatan dolar AS ini akibat dari pidato Trump yang cukup positif dan memburuknya perekonomian Eropa, serta ketidakpastian negosiasi British Exit (Brexit)," kata Ariston kepada CNNIndonesia.com.
Ia meramalkan rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.900-Rp14 ribu per dolar AS. Sementara itu, rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2018 sebesar 5,17 persen telah membantu penguatan rupiah kemarin. Menurut Tjendra, raihan pertumbuhan ekonomi itu lebih tinggi dari ekspektasi pasar yaitu 5,11 persen. (ulf/agi)