PTBA, Pertamina dan Air Products Ubah Batu Bara jadi DME

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 21:26 WIB
PTBA, Pertamina dan Air Products Ubah Batu Bara jadi DME PT Bukit Asam Tbk, PT Pertamina (Persero) dan Air Product memulai pencanangan pembangunan pabrik hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di tambang PT Bukit Asam. (Foto: Detikcom Photo/Anastasia Tiur Juni Kristianti)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bukit Asam Tbk, PT Pertamina (Persero) dan Air Products memulai pencanangan pembangunan pabrik hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di tambang PT Bukit Asam.

Pencanangan pembangunan itu dihadiri oleh Direktur Utama PT Bukit Asam Arviyan Arifin; Direktur Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan; Direktur Utama PT Air Products Indonesia Triwidio Pramono; dan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) Budi Gunadi Sadikin. Di jajaran pemerintah, yang hadir adalah Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi dan Wakil Bupati Indragiri Hulu Khairizal.

Melalui kerja sama itu, ketiga pihak tersebut bersepakat untuk bekerja sama dalam gasifikasi batu bara untuk mengubah komoditas itu menjadi produk akhir dengan nilai tambah.



Pada pertengahan Januari 2019, ketiga perusahaan juga telah bersepakat untuk mendirikan perusahaan patungan yang bergerak di bidang bisnis pengolahan batu bara dan produk turunannya.

Kesepakatan dituangkan dalam Pokok-Pokok Perjanjian Pembentukan Perusahaan Patungan Hilirisasi Mulut Tambang Batubara PTBA Peranap, Riau. Dalam hal ini, PT Bukit Asam akan menyuplai batu bara untuk diubah menjadi syngas sebagai produk akhir.

Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan Indonesia harus mengembangkan industri hilirisasi, guna mengurangi impor dan memperkuat ekspor sekaligus.


"Hilirisasi juga penting dalam upaya mengurangi polusi dari batu bara dengan memproduksi clean energy berupa Syngas yang akan jadi hulu dari berbagai produk seperti DME bahkan sampai solar dan avtur," ujar Rini dalam keterangan resmi, Kamis (7/2).

Substitusi LPG

Rencananya, batu bara kalori rendah yang berasal dari tambang PTBA Peranap, Riau akan diolah menjadi syngas untuk kemudian diproses menjadi DME. DME inilah yang akan digunakan oleh Pertamina sebagai substitusi LPG.

DME yang digunakan untuk LPG ini merupakan salah satu langkah sinergi BUMN dan langkah Pertamina untuk dapat menekan impor LPG.

Setelah pencanangan, akan dilakukan tahap selanjutnya yakni konstruksi pembangunan pabrik. Rencananya, usaha hilirisasi batubara di mulut tambang batubara Peranap ini memiliki kapasitas 1,4 juta ton DME per tahun dengan kebutuhan batubara sebesar 9,2 juta ton per tahun. (asa/asa)