Inalum Ikut Biayai Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia

CNN Indonesia | Kamis, 31/01/2019 13:43 WIB
Inalum Ikut Biayai Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia Pertambangan Freeport. (Dok. PT Freeport Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan PT Inalum akan ikut menanggung biaya pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral mentah (smelter) PT Freeport Indonesia. Keikutsertaan tersebut dilakukan supaya proses pemurnian hasil tambang Freeport bisa benar-benar dilakukan di Indonesia.

Rini mengatakan keikutsertaan Inalum untuk ikut serta membiayai pembangunan smelter tersebut sudah dihitung sejak awal sebelum pembelian saham Freeport dilakukan. "Memang sudah terkalkulasi sejak awal kita akan membeli saham Freeport. Di situ ada dua investasi besar, satu untuk smelter dan kedua untuk pertambangan bawah tanah," kata Rini di Jakarta, Rabu (30/1).

Rini mengatakan karena investasi besar itulah, untuk tiga tahun setelah proses divestasi saham PT Freeport dilakukan, kemungkinan pihak Indonesia belum akan mendapatkan apa-apa. Pada kurun waktu tersebut, dividen yang akan diterima Indonesia akan anjlok tajam.


"Akan drop, tapi itu sudah dikalkulasi," katanya.


Rini yakin penurunan penerimaan tak akan berlangsung lama. Setelah tiga tahun, penerimaan akan naik. Tapi sayang, Rini tak menjelaskan berapa besaran biaya investasi yang digelontorkan Inalum untuk baik pembangunan smelter maupun tambang bawah tanah Freeport.

Cuma, kalau merujuk pada pernyataan pers yang dikeluarkan Freeport -McMoRan pada 21 Desember lalu, beban biaya pembangunan smelter akan ditanggung oleh pemegang saham PT Freeport Indonesia sesuai dengan porsi kepemilikan saham masing-masing.

Artinya, kalau sekarang Inalum menguasai 51 persen saham Freeport, mereka akan terkena beban investasi pembangunan yang lebih besar. Padahal, total biaya pembangunan smelter mencapai US$2 miliar atau setara Rp28,759 triliun (Kurs Rp14.379 per dolar AS).

(sfr/agt)