Prabowo Bombardir Kebijakan Impor, Jokowi Paparkan Lewat Data

CNN Indonesia | Minggu, 17/02/2019 22:33 WIB
Prabowo Bombardir Kebijakan Impor, Jokowi Paparkan Lewat Data Jokowi menjelaskan Indonesia sempat mengalami swasembada beras pada 1984 dan memenuhi seluruh kebutuhan pangan penduduk dengan produksi hanya 21 juta ton per tahun. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden Prabowo Subianto kembali membombardir calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan pertanyaan seputar persoalan impor komoditas pangan.

"Beberapa komoditas seperti jagung, beras, dan gula masuk (ke pasar dalam negeri) dalam jumlah besar. Katanya produksi naik, tapi kok impor?" ujar Prabowo dalam Debat Capres di Jakarta, Minggu (17/2).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menjawab pertanyaan dengan sejumlah rincian data. Pada 2014, paparnya, impor jagung tercatat sebesar 3,5 juta ton, sementara impor jagung pada 2018 hanya 180 ribu ton.



"Artinya petani jagung menghasilkan 3,3 juta ton, sehingga impor itu hanya dalam jumlah kecil, impor jauh berkurang. Menjadikan swasembada tidak bisa membalikkan telapak tangan, perlu waktu panjang, tapi paling tidak impor berkurang," ungkap Jokowi.

Begitu juga komoditas beras. Jokowi menjelaskan Indonesia sempat mengalami swasembada beras pada 1984 dan memenuhi seluruh kebutuhan pangan penduduk dengan produksi hanya 21 juta ton per tahun.

Saat ini, produksi beras meningkat menjadi 33 juta ton beras, sedangkan konsumsi sekitar 29 juta ton lebih. Artinya, pasokan beras nasional surplus sekitar 2,8 juta ton.


"Kita sudah surplus pertanyaannya, kenapa kita impor? Karena untuk menjaga ketersediaan stok, stabilisasi harga, kita juga harus punya cadangan bencana, cadangan kalau gagal panen," jelas Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengaku heran bahwa pemerintah tetap melakukan impor meski mengklaim mengalami surplus komoditas pangan.

"Apakah tidak lebih baik devisa itu dihemat kemudian digulirkan, kita buka lahan baru, kita bantu pupuk sampai ke petani, ini falsafahnya yang berbeda," kata dia.

Menurut Prabowo, pihaknya berpegang pada pasal 33 UUD 1945 bahwa seluruh kekayaan bumi harus dikuasai dan dikelola oleh negara dengan baik.


Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga membahas soal tindakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang mengubah peraturan menteri perdagangan dengan mengizinkan impor sebulan sebelum panen, dan dua bulan setelah panen.

"Tolong bapak boleh cek karena ini jadi masalah di bawah yang dikeluhkan petani. ini masalah dasar kita harus benar-benar berdiri di atas kaki kita sendiri," tutur dia.

Tonton juga video: Jokowi Sebut Tak Mungkin Hentikan Impor Pangan

[Gambas:Video CNN] (ctr/lav)