Harga Anjlok 'Pukul' Ekspor Komoditas Januari 2019

CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 18:50 WIB
Harga Anjlok 'Pukul' Ekspor Komoditas Januari 2019 Ilustrasi ekspor dan impor. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ekspor sejumlah komoditas merosot pada Januari 2019. Hal itu terjadi akibat anjloknya harga komoditas di tingkat global.

Badan Pusat Statistik mencatat ekspor bahan bakar mineral yang memegang porsi terbesar dari ekspor non migas turun 1,76 persen secara bulanan menjadi US$1,92miliar pada Januari 2019. Secara tahunan, ekspor bahan bakar mineral merosot sebesar 4,52.persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengungkapkan penurunan ekspor bahan bakar mineral tak terlepas dari melemahnya harga batu bara yang turun 2,76 persen pada Januari 2019 dibandingkan bulan sebelumnya.


Secara tahunan, harga batu bara juga turun 7,76 persen. Padahal, secara volume ekspor batu bara masih meningkat sebesar 14,35 persen.

"Volume ekspor batu bara masih meningkat, tetapi karena harganya turun, nilainya menjadi turun," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (15/2).

Kemudian, harga minyak kelapa sawit juga turun 13,59 persen dibandingkan periode yang sama. Padahal, volumenya masih meningkat 23,77 persen.


"(Turunnya ekspor CPO) Itu yang menyebabkan ekspor lemak dan minyak hewan/nabati turun 9,56 persen dibandingkan tahun lalu menjadi US$1,57 miliar," jelasnya.

Penurunan harga juga terjadi pada komoditas karet sebesar 7,76 persen secara tahunan. Bahkan, secara volume pun turun 8,8 persen. Hal tersebut menyebabkan ekspor karet dan barang dari karet anjlok 11,05 persen menjadi US$473, 7 persen.

"Kalau harga turun pasti akan mengurangi minat petani. Kalau sudah tanam, capek, tetapi harganya tidak sepadan, dia akan ogah-ogahan," imbuh Suhariyanto.


Suhariyanto mengungkapkan berdasarkan prediksi sejumlah lembaga, harga komoditas hingga akhir tahun ini akan cenderung menurun.

"Apalagi kalau nanti pertumbuhan negara-negara utama melambat. Bagaimanapun kalau pertumbuhan China melambat permintaan ekspor Indonesia juga akan turun," terang dia.

Menyadari tren penurunan harga komoditas tersebut, pemerintah terus mendorong ekspor dari industri pengolahan dengan berbagai kebijakan. Pasalnya, ekspor industri lebih bernilai tambah.


"Kami sangat sadar ekspor Indonesia itu terlalu berbasis pada komoditas yang membuat daya tawar kita kurang," tandasnya.

Melemahnya kinerja ekspor komoditas berimbas pada merosotnya ekspor non migas Januari 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar 4,5 persen menjadi US$12,63miliar. Secara keseluhan kinerja ekspor Indonesia turun 4,7 persen secara tahunan menjadi US$13,87 miliar.


(sfr/bir)