Analisis

Pakai Data, Jokowi Dinilai Unggul di Paruh Pertama Debat

CNN Indonesia | Minggu, 17/02/2019 22:14 WIB
Pakai Data, Jokowi Dinilai Unggul di Paruh Pertama Debat Ekonom menganggap Jokowi lebih unggul di paruh pertama debat capres kedua Pilpres 2019 dengan 'menghujani' Prabowo dengan data-data yang telah ia raih. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo dianggap cukup unggul di dalam paruh pertama debat capres kedua Pilpres 2019 pada topik infrastruktur, pangan, energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan pada Minggu (17/2).

Sebab, Jokowi dianggap menghujani calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dengan data-data yang ia raih selama pemerintahannya.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi menuturkan Jokowi menjawab topik Prabowo di bidang pangan seperti penurunan impor jagung dari 2014 sampai 2018 hingga data infrastruktur seperti pembangunan jalan sepanjang 191 ribu kilometer dengan menggunakan Dana Desa.


Kemudian, Jokowi juga menyerang Prabowo dengan telak kala dirinya memberikan data lahan yang dimiliki Prabowo. Adapun menurut Jokowi, Prabowo memiliki lahan 220 ribu hektare (ha) di Kalimantan Tengah dan 120 ribu ha di Aceh Tengah.


Hanya saja, Fithra menyebut Jokowi melakukan klaim data yang berlebihan. Sebagai contoh, jumlah konflik agraria terkait pembangunan infrastruktur, di mana Fithra menilai datanya cukup melonjak selama Jokowi menjabat.

"Sejauh ini Jokowi masih punya keunggulan karena dia punya data yang lengkap. Dan sebagai petahana, dia bisa memberikan klaim yang telah dilakukannya. Meski ada beberapa overclaim yang dilakukannya," jelas Fithra kepada CNNIndonesia.com, Minggu (17/2).

Hanya saja, sampai saat ini, Jokowi belum memberikan solusi yang konkret terkait permasalahan yang ditanyakan oleh panelis. Hal ini lantaran ia terlalu sibuk bicara tentang prestasinya.

Adapun solusi konkret sebenarnya lebih diberikan oleh Prabowo. Sebagai contoh, niat Prabowo untuk memecah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ke dalam dua instansi merupakan solusi yang konkret dalam sektor lingkungan hidup.

Namun sejatinya, Fithra menilai kedua capres belum memberikan solusi yang konkret terkait pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh panelis. Hanya saja menurutnya, hal itu cukup lumrah lantaran waktu yang diberikan untuk menjawab cukup singkat.

Capres nomor urut 01 Joko Widodo banyak menggunakan data untuk 'menghujani' Prabowo dalam debat capres kedua Pilpres 2019.Capres nomor urut 01 Joko Widodo banyak menggunakan data untuk 'menghujani' Prabowo dalam debat capres kedua Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

"Saya rasa keduanya business as usual, karena memang debat capres cukup terbatas. Tentunya data juga cukup terbatas untuk bicara hal teknis dan konkretnya. Namun, untuk beberapa hal cukup straight to the point," kata dia.

Karena belum ada solusi yang konkret, tentu pemilih juga belum tentu memantapkan diri untuk memilih satu di antara dua calon. Namun, ia menilai kedua calon presiden sangat elok untuk tidak mengedepankan hal-hal teknis.

"Audiens variasinya terlalu luas kalau istilahnya terlalu teknis, tapi mereka sudah baik untuk menghindari hal-hal berbau teknis," pungkas dia.

[Gambas:Video CNN] (glh/end)